Remote Worker Visa untuk WNI: Daftar Negara dengan Digital Nomad Visa Terbaik 2026
Bekerja dari mana saja kini bukan lagi sekadar impian. Berkat semakin banyaknya program digital nomad visa dan remote worker visa, warga negara Indonesia (WNI) kini memiliki kesempatan untuk tinggal lebih lama di luar negeri sambil tetap bekerja secara remote untuk perusahaan atau klien internasional.
Tren work from anywhere terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Banyak negara berlomba-lomba menarik talenta global dengan menawarkan visa khusus bagi pekerja jarak jauh, freelancer, hingga entrepreneur digital.
Kalau kamu sedang mencari negara terbaik untuk menjalani gaya hidup digital nomad, berikut daftar negara yang menyediakan remote worker visa atau program serupa bagi WNI.
Sumber gambar: Magnific
Apa Itu Remote Worker Visa?
Remote worker visa adalah izin tinggal yang memungkinkan seseorang bekerja secara jarak jauh dari negara tertentu tanpa harus bekerja untuk perusahaan lokal di negara tersebut.
Program ini sering disebut juga sebagai digital nomad visa, meskipun beberapa negara menggunakan nama berbeda seperti freelancer visa, remote work permit, atau virtual working program.
Keuntungan utama visa ini antara lain:
Tinggal legal dalam jangka panjang
Bisa bekerja dari luar negeri tanpa melanggar aturan imigrasi
Akses terhadap layanan publik tertentu
Kesempatan memperpanjang izin tinggal
Beberapa negara bahkan menyediakan jalur menuju residensi permanen
Baca juga: Mengenal Apa Itu Working Holiday Visa (WHV) Australia
Negara yang Menawarkan Remote Worker Visa untuk WNI
1. Spanyol
Jika berbicara tentang remote worker visa Spain, Spanyol hampir selalu berada di posisi teratas.
Sejak mengesahkan Startup Law pada 2023, Spanyol menawarkan program Digital Nomad Visa (Visado de Trabajar a Distancia) yang memungkinkan warga negara non-Uni Eropa tinggal dan bekerja secara remote dari wilayah Spanyol.
Secara umum, pemohon Digital Nomad Visa Spanyol harus bekerja untuk perusahaan berbasis di luar Spanyol atau memiliki klien internasional dengan sumber penghasilan utama berasal dari luar negeri. Selain itu, terdapat persyaratan minimum penghasilan bulanan di kisaran EUR 2.700-3.000 per bulan, meski angka pastinya dapat berubah mengikuti regulasi terbaru. Pemohon juga perlu menyiapkan bukti pekerjaan remote, paspor aktif, serta asuransi kesehatan mencakup masa tinggal di Spanyol.
Digital Nomad Visa Spanyol umumnya memberikan izin tinggal awal selama satu tahun namun dapat diperpanjang hingga beberapa tahun berikutnya sesuai ketentuan berlaku. Selain menawarkan jalur tinggal jangka panjang, Spanyol juga menjadi favorit digital nomad karena memiliki infrastruktur transportasi sangat memadai, internet cepat, serta kota-kota seperti Barcelona, Madrid, Valencia, dan Malaga yang telah memiliki komunitas remote worker cukup besar.
2. Portugal
Sumber gambar: Pixabay
Dalam beberapa tahun terakhir, Portugal menjadi salah satu destinasi digital nomad visa paling populer berkat kombinasi biaya hidup relatif terjangkau jika dibandingkan banyak negara di Eropa Barat. Untuk itu, Portugal menawarkan D8 Digital Nomad Visa yang dirancang khusus untuk pekerja remote dan freelancer.
Untuk mengajukan D8 Digital Nomad Visa Portugal, pemohon umumnya harus menunjukkan bukti pekerjaan remote atau kontrak kerja dengan perusahaan asing serta memiliki penghasilan stabil. Berdasarkan ketentuan berlaku, selain dokumen umum seperti paspor, rekening koran dan asuransi, pemohon juga harus membuktikan penghasilan minimum sekitar EUR 3.658 per bulan.
D8 Visa umumnya diberikan untuk masa tinggal awal selama satu tahun dan dapat diperpanjang hingga 5 tahun. Portugal menjadi favorit digital nomad karena didukung internet cepat dan komunitas digital nomad yang berkembang pesat di kota-kota seperti Lisbon dan Porto.
3. Thailand
Sumber gambar: Magnific
Bagi pekerja remote asal Indonesia, Thailand Digital Nomad Visa menjadi salah satu pilihan paling menarik karena lokasinya dekat serta biaya hidupnya relatif terjangkau.
Thailand menawarkan beberapa skema visa, termasuk Destination Thailand Visa (DTV) - Workcation yang dapat dimanfaatkan oleh remote worker. Destination Thailand Visa (DTV) untuk Workcation (Digital Nomad / Remote Worker / Foreign Talent / Freelancer) memungkinkanmu keluar masuk Thailand (multi-entry) dalam periode 5 tahun dengan masa tinggal per kunjungannya hingga 180 hari (6 bulan). Lebih praktis lagi, karena Thailand Digital Nomad Visa jenis ini bisa kamu ajukan dengan praktis melalui platform SPUN.
Untuk mengajukan Destination Thailand Visa (DTV) - Workcation, kamu perlu menunjukkan bukti keuangan dengan jumlah tidak kurang dari 500.000 THB melalui laporan bank untuk tiga bulan terakhir atau surat sponsor, serta kontrak kerja atau sertifikat kerja di negara mereka atau portofolio profesional yang menunjukkan status digital nomad, pekerja jarak jauh atau freelancer
Thailand menjadi destinasi favorit bagi pekerja remote tak hanya karena lokasinya dekat dari Indonesia, tapi juga karena menawarkan biaya hidup kompetitif dibandingkan banyak negara yang memiliki program digital nomad visa lainnya. Kota-kota seperti Bangkok, Chiang Mai, ataupun Phuket bahkan telah dikenal sebagai pusat komunitas digital nomad dengan banyak pilihan coworking space modern.
4. Jepang
Sumber gambar: Unsplash
Pada 2024, Jepang mulai memperkenalkan program Specified visa: Designated activity (Digital Nomad, Spouse or Child of Digital Nomad) atau kerap dikenal juga sebagai Japan Digital Nomad Visa. Jenis visa ini ditujukan untuk pekerja remote dari negara-negara tertentu, termasuk Indonesia dengan izin tinggal selama 6 bulan.
Kehadiran Japan Digital Nomad Visa menjadi kabar baik bagi mereka yang ingin merasakan pengalaman tinggal di salah satu negara paling maju di Asia. Salah satu syarat utama program ini adalah pemohon harus berasal dari negara yang memiliki kerja sama tertentu dengan Jepang, termasuk Indonesia diantaranya. Selain itu, pelamar diwajibkan memiliki penghasilan tahunan minimum sekitar JPY 10 juta (sekitar Rp1 miliar per tahun), serta memiliki asuransi kesehatan aktif selama berada di Jepang.
Tidak kalah menarik, negara destinasi digital nomad ini menawarkan perpaduan unik antara tradisi dan modernitas, mulai dari kuil bersejarah, kuliner khas, hingga pusat teknologi dan hiburan, menjadikannya unik jika dibandingkan destinasi digital nomad lainnya. Jika biaya hidup di kota seperti Tokyo relatif tinggi, kota lain seperti Fukuoka atau Osaka bisa jadi alternatif lebih terjangkau.
Baca juga: Apa Itu Tokutei Ginou & Perbedaannya dengan Visa Kerja Jepang Lainnya
5. Italia
Sumber gambar: Unsplash
Italia resmi meluncurkan program Digital Nomad / Remote Worker Visa pada 2024 sebagai upaya menarik pekerja remote dari berbagai negara. Program ini cocok bagi mereka yang ingin menikmati perpaduan antara sejarah, seni, budaya, sekaligus kehidupan modern dalam satu destinasi. Tinggal di Italia memberikan kesempatan untuk merasakan atmosfer kota-kota ikonik seperti Roma, Milan, Florence, hingga Bologna yang kaya akan warisan budaya dunia.
Salah satu syarat utama visa ini adalah pemohon harus termasuk kategori highly skilled worker, yaitu profesi yang umumnya membutuhkan pendidikan tinggi, sertifikasi profesional, atau pengalaman kerja relevan selama minimal tiga tahun. Selain itu, pemohon wajib menunjukkan kontrak kerja dengan perusahaan di luar Italia dan memiliki penghasilan tahunan minimum sekitar €28.000 per tahun. Beberapa kantor konsuler juga dapat meminta bukti tabungan tambahan (umumnya berada di kisaran €30.000) sebagai bukti kemampuan finansial selama tinggal di Italia.
Pemohon juga perlu melampirkan surat dari perusahaan pemberi kerja yang menyatakan bahwa perusahaan tersebut tidak pernah terlibat dalam pelanggaran terkait ketenagakerjaan maupun imigrasi ilegal dalam beberapa tahun terakhir. Remote worker visa ini umumnya berlaku selama satu tahun dan dapat diperpanjang sesuai ketentuan berlaku.
Baca juga: Mengenal Apa Itu EU Blue Card & Bedanya dengan Working Visa Biasa
6. Estonia
Estonia dikenal sebagai salah satu pelopor dalam pengembangan ekosistem digital nomad dan transformasi layanan publik berbasis teknologi. Negara Baltik ini menawarkan program Digital Nomad Visa dengan masa tinggal hingga 1 tahun.
Untuk mengajukan, pemohon harus dapat membuktikan bahwa mereka bekerja secara remote dan memiliki hubungan kerja aktif dengan perusahaan yang terdaftar di luar Estonia, menjalankan bisnis sendiri yang terdaftar di luar Estonia, atau bekerja sebagai freelancer dengan mayoritas klien berasal dari luar Estonia. Selain itu, Estonia juga menerapkan persyaratan penghasilan minimum cukup jelas, yaitu sekitar €4.500 net per bulan.
Salah satu alasan Estonia menjadi favorit digital nomad adalah sistem administrasi sangat digital. Banyak layanan publik dapat diakses secara online sehingga memudahkan berbagai kebutuhan selama tinggal di sana. Ditambah dengan internet berkecepatan tinggi, ekosistem startup berkembang pesat, serta biaya hidup relatif lebih terjangkau dibandingkan banyak negara Eropa Barat, Estonia menjadi pilihan menarik bagi profesional teknologi hingga entrepreneur digital.
7. Jerman
Sumber gambar: Unsplash
Meskipun tidak secara resmi menggunakan istilah remote worker visa atau digital nomad visa, Jerman menawarkan program Freelancer Visa (Freiberufler Visa) yang telah lama menjadi pilihan bagi pekerja independen dari berbagai negara. Visa ini memungkinkan pemegangnya untuk tinggal dan bekerja secara legal di Jerman dengan masa berlaku pengajuan awal satu hingga tiga tahun dan fasilitas multiple entry.
Program ini cocok bagi freelancer, software engineer, desainer, konsultan, kreator digital, penulis, maupun profesional independen lainnya yang memiliki sumber penghasilan jelas. Untuk mengajukan Freelancer Visa, pemohon harus dapat menunjukkan kualifikasi profesional relevan, seperti ijazah, sertifikat pelatihan, atau lisensi profesi sesuai bidang pekerjaannya. Selain itu, pemohon juga wajib menunjukkan bukti kemampuan finansial untuk mendukung kehidupan selama berada di Jerman. Jika pelamar berusia di atas 45 tahun, juga diperlukan bukti kepemilikan dana pensiun memadai.
Sementara itu, jika pemohon mengajukan izin tinggal sebagai self-employed entrepreneur, pemerintah Jerman akan menilai apakah bisnis yang dijalankan memiliki nilai ekonomi serta memberikan dampak positif bagi perekonomian Jerman. Meskipun prosesnya cenderung lebih ketat dibandingkan beberapa negara lain, visa ini menawarkan kepastian hukum tinggi di salah satu negara dengan ekonomi terbesar di Eropa.
Baca juga: Mengenal Program Ausbildung: Kuliah Sambil Kerja di Jerman yang Semakin Diminati
8. Uni Emirat Arab
Sumber gambar: Pixabay
Dubai telah berkembang menjadi salah satu hub digital nomad dan pusat bisnis internasional terbesar di dunia. Melalui program Virtual Working Programme, pekerja remote dapat tinggal secara legal di Uni Emirat Arab (UEA) sambil tetap bekerja untuk perusahaan atau klien berbasis di luar negeri dengan masa tinggal 1 tahun namun dapat diperpanjang.
Program ini umumnya mensyaratkan bukti pekerjaan remote, kontrak kerja aktif, serta penghasilan minimum tertentu (direkomendasikan minimal USD 3,500 per bulan) yang harus dibuktikan melalui rekening bank atau slip gaji. Pemohon juga diwajibkan memiliki asuransi kesehatan yang berlaku selama masa tinggal di UEA.
Salah satu alasan utama banyak pekerja remote memilih Dubai adalah kebijakan pajak penghasilan pribadi sebesar 0%. Selain itu, kota ini menawarkan infrastruktur modern, konektivitas internasional sangat baik, serta lingkungan bisnis global yang mendukung pengembangan karier dan jaringan profesional.
9. Kosta Rika
Bagi pekerja remote yang menginginkan suasana tropis, Kosta Rika menawarkan program Digital Nomad Visa yang memungkinkan wisatawan memperpanjang masa tinggal dari 90 hari menjadi hingga satu tahun, dengan opsi perpanjangan satu tahun berikutnya. Program ini secara khusus ditujukan bagi para remote workers untuk perusahaan atau klien di luar Kosta Rika.
Untuk memenuhi syarat, pemohon harus membuktikan penghasilan minimum sebesar USD 3.000 per bulan yang berasal dari luar Kosta Rika. Jika mengajukan visa bersama anggota keluarga, batas minimum penghasilan meningkat menjadi USD 4.000 per bulan. Bukti penghasilan biasanya berupa rekening koran atau sertifikasi keuangan yang menunjukkan penerimaan pendapatan secara konsisten selama 12 bulan terakhir.
Salah satu keuntungan utama program ini adalah pemegang visa dibebaskan dari pajak penghasilan di Kosta Rika atas pendapatan yang berasal dari luar negeri.
Dengan kombinasi pantai tropis, alam, komunitas digital nomad, serta insentif pajak menarik, Kosta Rika menjadi salah satu destinasi remote working paling menarik di kawasan Amerika Latin.
Baca juga: Mengenal Visa Kerja Khusus WNI ke New Zealand: Peluang Karier dan Hidup di Negeri Kiwi
Apakah Ada Remote Worker Visa Australia?
Banyak orang mencari informasi mengenai remote worker visa Australia. Namun hingga saat ini Australia belum memiliki program remote worker visa Australia atau digital nomad visa khusus seperti Spanyol, Portugal, atau Thailand.
Meski demikian, beberapa pekerja remote memanfaatkan visa lain yang tersedia sesuai tujuan perjalanan dan ketentuan imigrasi Australia. Karena regulasi dapat berubah sewaktu-waktu, penting untuk selalu memeriksa informasi terbaru melalui situs resmi pemerintah Australia sebelum merencanakan keberangkatan.
Melalui platform SPUN, berbagai kebutuhan visa Australia, termasuk Australia Work and Holiday Visa, APEC Business Travel Card, hingga Australia Tourist Visitor Visa.
Syarat Umum Mengajukan Digital Nomad Visa
Walaupun setiap negara memiliki ketentuan berbeda, sebagian besar program digital nomad visa mensyaratkan:
Paspor yang masih berlaku
Bukti pekerjaan remote
Penghasilan minimum bulanan
Rekening koran beberapa bulan terakhir
Asuransi kesehatan internasional
Surat keterangan bebas kriminal (untuk negara tertentu)
Tips Memilih Negara untuk Menjadi Digital Nomad
1. Sesuaikan dengan Zona Waktu
Jika mayoritas klien atau perusahaan berada di Indonesia, negara-negara Asia seperti Thailand dan Jepang biasanya lebih nyaman untuk koordinasi harian.
2. Hitung Biaya Hidup
Jangan hanya melihat syarat minimum penghasilan visa. Pastikan penghasilanmu juga cukup, sesuai kebutuhan gaya hidup nyaman di negara tersebut.
3. Perhatikan Pajak
Beberapa negara memiliki aturan pajak berbeda untuk pemegang visa digital nomad. Pelajari konsekuensinya sebelum pindah.
4. Riset Kualitas Internet
Internet adalah aset utama seorang remote worker. Pastikan kota tujuan memiliki koneksi stabil.
Ajukan Kebutuhan Visa Lebih Mudah dengan SPUN
Untuk bisa mengeksplorasi dunia lebih jauh, visa merupakan salah satu dokumen wajib untuk kamu miliki. Jika kamu masih kesulitan dalam hal pengajuan visa, tak perlu khawatir karena kini semua keperluan visa ke berbagai destinasi populer dunia bisa kamu lakukan secara praktis lewat SPUN.
SPUN membantu mempermudah proses pengajuan visa, pengecekan persyaratan dokumen, hingga pendampingan selama proses aplikasi. Bantuan dari tim ‘visa expert’ dari SPUN akan sangat membantu terutama bagi first-time traveler atau pekerja remote yang baru pertama kali mengajukan visa jangka panjang.