Perbandingan Visa Jepang Waiver vs Visa Single Entry, Mana yang Lebih Pas Untukmu?
Jika kamu sedang merencanakan liburan ke Jepang, salah satu hal pertama yang harus kamu tentukan adalah jenis visa yang paling sesuai dengan kebutuhan perjalananmu. Dua opsi paling sering umum adalah Visa Jepang Waiver dan Visa Jepang Single Entry. Keduanya sama-sama memungkinkan kamu masuk ke Jepang, tetapi masing-masing punya aturan, durasi tinggal, serta syarat berbeda.
Lalu apa perbedaan Visa Jepang Waiver (JAVES) dan Visa Single Entry (visa reguler)? Mana yang paling baik untuk diajukan jika ingin liburan ke Jepang? Yuk, pahami lebih dalam perbedaan antara JAVES dan Visa Jepang Reguler lewat ulasan berikut!
Baca juga: 10 Rekomendasi Tempat Wisata di Tokyo untuk Backpacker
Apa Itu Visa Jepang Waiver?
Program Visa Jepang Waiver memungkinkan pemegang paspor elektronik atau E-paspor Indonesia masuk ke Jepang tanpa perlu mengajukan aplikasi visa reguler. Namun, kamu tetap harus melakukan registrasi Visa Waiver terlebih dahulu. Registrasinya sendiri cukup mudah dan cepat, dan bisa dilakukan melalui layanan terpercaya seperti Visa Jepang Waiver di SPUN.
Keuntungan Visa Jepang Waiver
Lebih praktis karena tidak perlu proses pengajuan visa yang panjang.
Proses bisa 100% online
Biaya lebih terjangkau dibanding visa reguler.
Proses pengajuan cepat, cocok buat kamu yang butuh keberangkatan dalam waktu dekat.
Masa tinggal maksimal lebih singkat, maksimal 15 hari, ideal untuk turis umum yang ingin liburan singkat.
Syarat Utama
Kamu wajib memiliki E-paspor. Jika kamu masih menggunakan paspor biasa, kamu tidak bisa memakai Visa Waiver. Jadi kalau paspor kamu sudah mau habis dan kamu punya rencana ke Jepang, lebih baik sekalian upgrade ke E-paspor agar bisa menikmati fasilitas bebas visa ini.
Apa Itu Visa Jepang Single Entry?
Visa Jepang Single Entry adalah visa turis reguler yang memungkinkan kamu masuk sekali ke Jepang dan tinggal hingga durasi yang diberikan. Tidak seperti Visa Waiver, jenis visa ini tidak membutuhkan e-paspor, sehingga bisa digunakan oleh pemegang paspor biasa maupun e-paspor.
Keuntungan Visa Jepang Single Entry
Masa tinggal lebih fleksibel: bisa 15 hari, 30 hari, bahkan hingga maksimal 90 hari tergantung alasan kunjungan dan hasil keputusan dari konsulat.
Cocok jika kamu ingin liburan lebih panjang, misalnya 3-4 minggu.
Ideal untuk itinerary lebih banyak, seperti keliling beberapa prefektur sekaligus, winter trip panjang, atau kunjungan keluarga.
Hal Penting: Pembagian Yurisdiksi KTP
Banyak orang tidak tahu bahwa pengajuan Visa Jepang Single Entry memiliki aturan pembagian yurisdiksi berdasarkan alamat KTP. Artinya, kamu tidak bisa asal memilih konsulat atau kedutaan.
Berikut pembagian wilayah yurisdiksi yang harus kamu perhatikan:
Japan Visa Application Center (JVAC) / VFS di Jakarta
Alamat: Kuningan City 2nd floor Unit L2-09, Jl. Prof. DR. Satrio No.Kav. 18, Kuningan, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta 10350
Wilayah yurisdiksi: Untuk pemegang KTP Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung
Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya
Alamat: Jl. Sumatera No. 93, Surabaya
Wilayah yurisdiksi: Untuk pemegang KTP Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan
Kantor Konsuler Jepang di Makassar
Alamat: Gedung Wisma Kalla Lantai 7, Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 8-10, Makassar
Wilayah yurisdiksi: Untuk pemegang KTP Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Maluku, Papua, Papua Barat
Konsulat Jenderal Jepang di Denpasar
Alamat: Jl. Raya Puputan No.170, Renon, Denpasar, Bali
Wilayah yurisdiksi: Untuk pemegang KTP Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur
Konsulat Jenderal Jepang di Medan
Alamat: Sinar Mas Land Plaza (Wisma BII), Lantai 5, Jl. Pangeran Diponegoro No. 18, Medan
Wilayah yurisdiksi: Untuk pemegang KTP Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Riau, Kepulauan Riau
Aturan ini membuat proses visa Jepang reguler ini sedikit lebih kompleks. Karena itu, banyak pemohon lebih memilih JAVES jika mereka sudah memiliki paspor elektronik.
Perbedaan Utama Visa Jepang Waiver vs Visa Single Entry Jepang
Berikut perbandingan antara JAVES dan Visa Jepang Rugler untuk acuan sebelum menentukan pilihan:
| Aspek | Visa Jepang Waiver | Visa Jepang Single Entry |
|---|---|---|
| Paspor yang Diperlukan | E-paspor | Semua jenis paspor |
| Durasi Tinggal | Maksimal 15 hari | Maksimal 90 hari (tergantung keputusan kedutaan) |
| Kompleksitas Pengajuan | Sangat mudah | Lebih kompleks (yurisdiksi KTP) |
| Cocok untuk | Liburan singkat | Tinggal 3–4 minggu atau lebih |
| Waktu Proses | Cepat (sekitar 2–5 hari kerja) | Lebih panjang (sekitar 12–20 hari kerja) |
Jadi, Mana yang Lebih Pas Untukmu? JAVES atau Visa Jepang Reguler?
Jika kamu hanya ingin liburan ke Jepang selama maksimal dua minggu, pilihan yang paling praktis, murah, dan nyaman tentu Visa Jepang Waiver. Prosesnya cepat, tidak rumit, dan sangat cocok untuk traveler yang ingin fleksibilitas tanpa ribet. Bahkan, kalau paspor kamu masih paspor biasa dan sudah mau kadaluarsa, lebih baik sekalian upgrade ke paspor elektronik agar bisa menggunakan Visa Waiver ini untuk perjalanan-perjalanan berikutnya.
Namun, kalau kamu berencana untuk tinggal 3-4 minggu atau lebih, misalnya ingin eksplor Jepang secara lebih mendalam atau punya agenda panjang, kamu memang harus mengajukan Visa Jepang Single Entry, terlepas dari apakah paspormu elektronik atau bukan. Dalam kasus ini, Visa Waiver tidak bisa memberikan durasi tinggal sesuai kebutuhanmu.
Tak perlu khawatir karena lewat platform SPUN kamu tak cuma bisa ajukan visa ke Jepang sesuai jenis dan kebutuhanmu, tapi juga mengajukan paspor elektronik sehingga jika kamu lebih memilih JAVES namun belum punya e-paspor, kamu bisa sekalian buat paspor elektronikmu lewat satu platform saja secara praktis!