15 Kesalahan Turis Pemula Pas ke Hanoi, Vietnam yang Sebaiknya Kamu Hindari

Hanoi menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan Indonesia sebagai titik awal menjelajahi Vietnam. Kota ini menawarkan perpaduan unik antara sejarah, budaya, kuliner legendaris, hingga suasana khas Asia Tenggara nan autentik. Namun, tak sedikit wisatawan, khususnya first-timer sering melakukan kesalahan kecil saat ke Hanoi yang akhirnya membuat perjalanan kurang nyaman, lebih mahal, atau bahkan membuang banyak waktu.

Kalau kamu sedang merencanakan liburan ke Hanoi, simak panduan ini untuk menghindari berbagai kesalahan turis pemula di Hanoi yang sering terjadi. Dengan persiapan tepat, pengalaman traveling ke Vietnam bisa jauh lebih menyenangkan sekaligus efisien.

Kesalahan Turis Saat ke Hanoi Paling Umum

1. Salah Memilih Lokasi Hotel di Hanoi

Banyak wisatawan langsung memilih hotel berdasarkan harga termurah tanpa memperhatikan lokasi. Padahal, lokasi sangat menentukan kenyamanan selama liburan.

Beberapa area modern seperti Tay Ho atau Cau Giay memang menawarkan hotel bagus dilengkapi fasilitas memadai. Namun, bagi wisatawan yang baru pertama kali ke Hanoi, Old Quarter atau kawasan sekitar Danau Hoan Kiem merupakan pilihan yang jauh lebih ideal. Area ini merupakan pusat wisata Hanoi, sehingga banyak destinasi populer seperti Hoan Kiem Lake, St. Joseph's Cathedral, Hanoi Train Street, hingga berbagai kafe, restoran, dan pasar malam dapat dijangkau dengan berjalan kaki.

Menginap di Old Quarter juga membuat perjalanan lebih praktis karena transportasi umum di Hanoi belum sekomprehensif kota-kota besar seperti Singapura atau Tokyo. Jika hotelmu berada terlalu jauh, kamu kemungkinan akan lebih sering mengandalkan taksi online atau ojek online untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Selain menambah biaya transportasi, waktu yang terbuang di jalan juga menjadi lebih banyak.

2. Mengandalkan Pembayaran Cashless Sepenuhnya

Meskipun Vietnam semakin modern, tidak semua tempat di Hanoi menerima pembayaran kartu atau QR internasional.

Banyak warung makan lokal, pedagang kaki lima, toko kecil, hingga pasar tradisional masih lebih nyaman menerima pembayaran tunai. Turis yang hanya mengandalkan kartu seringkali kerepotan saat ingin membeli makanan atau berbelanja di area lokal.

Sebaiknya tukarkan atau bawa Dong Vietnam (VND) secukupnya di awal perjalanan, misalnya untuk kebutuhan satu hingga dua hari pertama. Jika ternyata kurang, kamu bisa menarik uang tunai di ATM bank lokal yang banyak tersedia di pusat kota. Untuk wisatawan internasional, ATM dari bank seperti VPBank, TPBank, atau Vietcombank umumnya mendukung kartu Visa dan Mastercard internasional. 

Sebelum menarik uang, jangan lupa cek biaya administrasi dari bank penerbit kartu di Indonesia serta pilih opsi "Without Conversion" atau "Decline Conversion" jika tersedia agar terhindar dari nilai tukar yang kurang menguntungkan.

3. Langsung Naik Taksi dari Bandara Tanpa Membandingkan Opsi Transportasi

Bandara Internasional Noi Bai berada cukup jauh dari pusat kota Hanoi. Banyak wisatawan baru langsung memesan Grab atau taksi tanpa mengetahui alternatif transportasi lain.

Padahal, tersedia Airport Bus No. 86 yang menjadi pilihan favorit wisatawan karena rutenya langsung menuju kawasan Old Quarter dan pusat kota. Tarifnya hanya sekitar 45.000 VND per orang, jauh lebih hemat dibanding naik taksi atau Grab, dengan waktu tempuh sekitar 45–60 menit tergantung kondisi lalu lintas. Tiket tidak perlu dipesan terlebih dahulu karena bisa dibeli langsung di dalam bus (umumnya dibayar tunai kepada kondektur).

Jika tujuanmu menginap di Old Quarter, kamu bisa turun di halte sekitar Hoan Kiem Lake, Hanoi Opera House, atau 162 Tran Quang Khai, lalu berjalan kaki sekitar 5–10 menit ke banyak hotel dan hostel di kawasan tersebut. Sebelum berangkat, sebaiknya cek terlebih dahulu hotelmu berada paling dekat dengan halte yang mana agar tidak perlu berjalan terlalu jauh sambil membawa koper. 

Jika kamu bepergian dengan budget terbatas, opsi ini bisa menghemat pengeluaran transportasi secara signifikan.

4. Mengira Hanoi Hanya Menawarkan Kota Tua

Kesalahan umum lainnya adalah hanya fokus menjelajahi Old Quarter dan Hoan Kiem Lake.

Memang kawasan tersebut merupakan ikon wisata Hanoi, tetapi ada banyak destinasi menarik di sekitar kota yang cocok untuk day trip. Misalnya, Ninh Binh yang terkenal dengan wisata naik perahu di antara tebing batu kapur, Hoa Lu untuk melihat bekas ibu kota kuno Vietnam, Ha Long Bay yang menawarkan pengalaman berlayar bahkan menginap di cruise, hingga Perfume Pagoda dengan perjalanan perahu menuju kompleks kuil di pegunungan.

Sebagian besar destinasi tersebut berjarak sekitar 2-3 jam dari pusat kota Hanoi. Cara paling praktis untuk berkunjung adalah mengikuti paket day trip yang banyak tersedia di platform seperti Klook atau agen wisata lokal. Umumnya, paket ini sudah termasuk transportasi dan penjemputan dari hotel di kawasan Old Quarter atau pusat kota, sehingga kamu tinggal memilih destinasi yang sesuai dengan preferensi liburanmu.

5. Masuk Train Street dari Jalur yang Salah

Train Street menjadi salah satu spot wisata paling viral di Hanoi. Namun tidak semua akses menuju area ini memberikan pengalaman yang nyaman.

Bagian utara Train Street (sekitar persimpangan Tran Phu dan Dien Bien Phu) biasanya paling ramai karena menjadi titik yang paling sering muncul di media sosial. Area ini juga cenderung dipenuhi calo yang menawarkan tempat duduk di kafe. Sebaliknya, bagian selatan (sekitar Le Duan dan Kham Thien) umumnya lebih tenang dengan pilihan kafe yang tidak terlalu padat sehingga suasananya lebih santai.

Jika ingin melihat kereta melintas, sebaiknya datang sekitar 30-45 menit sebelum jadwal kereta. Kereta umumnya hanya lewat beberapa kali dalam sehari, dengan jadwal yang dapat berubah, sehingga sebaiknya konfirmasi terlebih dahulu ke kafe yang akan kamu kunjungi. Perlu diingat juga, pengunjung tidak diperbolehkan berdiri di rel hanya untuk menunggu kereta. Biasanya kamu perlu menjadi pelanggan salah satu kafe di sepanjang rel, dan sebagian besar kafe juga menyediakan Wi-Fi gratis, sehingga kamu bisa bersantai atau bekerja sambil menunggu kereta lewat.

Baca juga: Destinasi Liburan Luar Negeri yang Ramah di Kantong: Rekomendasi Terbaik untuk Traveler Hemat

6. Datang ke Ho Chi Minh Mausoleum di Jam yang Tidak Tepat

Banyak turis kecewa karena datang terlalu siang ke Ho Chi Minh Mausoleum, yaitu tempat persemayaman Ho Chi Minh, pendiri sekaligus tokoh paling berpengaruh dalam sejarah Vietnam. Di dalam gedung ini, jenazah Ho Chi Minh diawetkan dan masih dapat dilihat langsung oleh pengunjung.

Mausoleum buka pada pagi hari (umumnya 07.30-10.30, sedangkan akhir pekan dan hari libur dapat diperpanjang hingga sekitar 11.00) dan gratis untuk dikunjungi. Karena proses pemeriksaan keamanannya sangat ketat, sebaiknya jangan membawa tas berukuran besar atau botol minum.

Dari gerbang masuk hingga benar-benar memasuki mausoleum, antrean bisa memakan waktu sekitar 30-45 menit, sehingga disarankan tiba sekitar pukul 08.00 agar tidak kehabisan waktu sebelum gerbang ditutup.

Setelah selesai berkunjung, kamu juga bisa melanjutkan perjalanan ke Ho Chi Minh Museum atau Presidential Palace yang lokasinya berada di dalam kompleks yang sama, sehingga lebih efisien untuk dijelajahi dalam satu kunjungan.

Catatan: Ho Chi Minh Mausoleum biasanya ditutup setiap Senin dan Jumat, serta ditutup selama beberapa minggu setiap tahun (umumnya sekitar Juni-Agustus) untuk perawatan jenazah. Sebaiknya cek jadwal operasional terbaru sebelum berkunjung.

7. Memilih Kereta ke Sa Pa Tanpa Memahami Waktu Tempuh

Banyak orang beranggapan bahwa kereta adalah satu-satunya pilihan terbaik menuju Sa Pa. Faktanya, kereta tidak berhenti di Sa Pa, melainkan di Lao Cai Railway Station. Dari Hanoi Railway Station, perjalanan sleeper train memakan waktu sekitar 8 jam, kemudian masih harus dilanjutkan sekitar 1 jam dengan mobil atau shuttle bus dari Lao Cai ke pusat kota Sa Pa. Artinya, total waktu tempuh mencapai sekitar 9 jam.

Sebagai perbandingan, sleeper bus berangkat langsung dari Hanoi dan mengantarkan penumpang hingga pusat kota Sa Pa dalam waktu sekitar 5,5-6,5 jam, tanpa perlu berganti kendaraan. Banyak operator juga menyediakan layanan penjemputan dari hotel di kawasan Old Quarter. Karena lebih praktis dan hemat waktu, sleeper bus kini menjadi pilihan favorit banyak wisatawan, sementara sleeper train lebih cocok bagi kamu yang ingin menikmati pengalaman perjalanan dengan kereta malam.

8. Membeli Tiket Fansipan Secara Mendadak

Jika kamu berencana melanjutkan perjalanan dari Hanoi ke Sa Pa, hampir pasti Fansipan akan masuk ke dalam itinerary. Dijuluki sebagai "Atap Indochina", destinasi ini menjadi salah satu atraksi paling populer di Vietnam Utara.

Sebaiknya jangan membeli tiket secara mendadak, terutama saat peak season seperti akhir tahun, libur Tahun Baru, atau libur panjang. Meskipun tersedia loket pembelian langsung di Sun Plaza Sa Pa, tiket dapat habis pada periode ramai. Agar lebih aman, kamu bisa memesan tiket melalui platform seperti Klook atau reseller resmi beberapa hari sebelum keberangkatan.

Harga tiket kereta gantung Fansipan umumnya mulai dari sekitar 800.000-900.000 VND per orang (tergantung musim dan paket yang dipilih). Perjalanan menuju puncak juga terdiri dari beberapa tahap, mulai dari Muong Hoa Mountain Train, cable car, hingga funicular menuju titik tertinggi. Sebelum menentukan tanggal kunjungan, jangan lupa cek prakiraan cuaca. Saat kabut tebal atau hujan, pemandangan dari puncak Fansipan bisa tertutup sepenuhnya sehingga pengalaman yang didapat menjadi kurang maksimal.

9. Hanya Mencari Pho di Restoran Viral

Saat berburu kuliner Hanoi, banyak wisatawan langsung menuju restoran terkenal yang ramai di media sosial, seperti Pho 10 Ly Quoc Su dengan Michelin Star-nya. Jika ini merupakan pilihanmu, siap-siap untuk budget ekstra serta mengantri panjang. 

Sebagai alternatif, cobalah mampir ke kedai pho legendaris seperti Pho Tin Bo Ho di kawasan Hoan Kiem, tidak jauh dari Danau Hoan Kiem, atau Pho Khoi Hoi yang berada di Old Quarter. Keduanya dikenal sebagai favorit warga lokal berkat cita rasa autentik dengan harga yang lebih ramah di kantong. Saat ini kedua restoran viral ini belum membuka cabang di lokasi lainnya. Ingat, tidak semua restoran viral memberikan pengalaman kuliner terbaik.

Jangan ragu mengeksplorasi tempat makan rekomendasi penduduk lokal untuk menemukan cita rasa lebih otentik.

10. Memaksakan Nongkrong di Kafe Egg Coffee yang Terlalu Ramai

Egg coffee adalah minuman khas Hanoi yang wajib dicoba. Namun kesalahan yang sering dilakukan wisatawan adalah hanya mengejar satu atau dua kafe paling terkenal seperti Cafe Dinh ataupun Cafe Giang.

Akibatnya mereka harus mengantri panjang serta berdesakan dengan pengunjung lain.

Hanoi memiliki banyak hidden gem coffee shop lainnya dengan sajian egg coffee yang tak kalah lezat, salah satunya Loading T Cafe. Kafe ini berada di kawasan Hoan Kiem, sekitar 5-10 menit berjalan kaki dari Danau Hoan Kiem, sehingga mudah disinggahi saat menjelajahi Old Quarter. Loading T Cafe hanya memiliki satu lokasi (bukan jaringan kafe), sehingga suasananya terasa lebih tenang dan autentik. Harga minuman di sini juga cukup terjangkau, dengan rata-rata 60.000-100.000 VND per orang, tergantung menu yang dipesan. 

Baca juga: Kalender Libur & Tanggal Merah: Panduan Lengkap untuk Rencanakan Liburan Lebih Awal

11. Tidak Meriset Tempat Makan Halal

Bagi wisatawan Muslim, mencari makanan halal di Hanoi perlu sedikit perencanaan.

Masih banyak turis yang masuk ke restoran secara acak tanpa mengecek menu atau bahan makanan terlebih dahulu. Akibatnya mereka kesulitan karena sebagian besar kuliner di Vietnam merupakan sajian non-halal.

Kawasan sekitar Masjid Al-Noor di distrik Hoan Kiem menjadi salah satu area terbaik untuk menemukan restoran halal di Hanoi, seperti  Pho Muslim atau Delight Restaurant. Harga makan di restoran-restoran ini umumnya berkisar 80.000-200.000 VND per orang, tergantung menu yang dipilih, sehingga masih tergolong ramah di kantong untuk wisatawan 

12. Berbelanja Oleh-Oleh Hanya di Pasar Dong Xuan

Dong Xuan Market memang terkenal sebagai pusat oleh-oleh di Hanoi. Namun banyak wisatawan baru mengira semua harga di sana otomatis murah.

Faktanya, kemampuan menawar sangat penting ketika berbelanja di pasar tradisional Vietnam. Jika tidak terbiasa menawar, kamu bisa saja mendapatkan harga lebih mahal dibandingkan nilai sebenarnya.

Sebagai alternatif, kamu bisa mengunjungi Shop Ha Phuong di kawasan Old Quarter yang dikenal menawarkan harga lebih transparan. Sebagian besar oleh-oleh seperti gantungan kunci, magnet kulkas, tas kain, hingga aksesori khas Vietnam dibanderol mulai dari sekitar 20.000–150.000 VND, sementara rata-rata wisatawan menghabiskan sekitar 200.000–500.000 VND untuk membeli beberapa oleh-oleh.

13. Membeli Snack Hanya di Toko Oleh-Oleh

Sama seperti oleh-oleh, banyak wisatawan membeli camilan khas Vietnam di toko oleh-oleh karena dianggap lebih praktis. Padahal, tentu ada resiko harga lebih mahal.

Memilih supermarket lokal seperti BRG Mart atau minimarket setempat sering menawarkan produk sama namun dengan harga lebih murah. Pilihan produknya pun biasanya lebih lengkap.

Jika ingin berhemat saat berburu oleh-oleh Vietnam, jangan lewatkan supermarket lokal.

14. Datang Saat Musim Liburan Puncak Tanpa Persiapan

Memilih waktu liburan ke Hanoi sangat berpengaruh terhadap pengalaman perjalanan.

Hari-hari besar seperti Tet Holiday (Lunar New Year), Natal, Tahun Baru, atau musim liburan tertentu biasanya membuat kota menjadi jauh lebih ramai. Harga hotel hingga tiket juga cenderung meningkat.

Banyak wisatawan justru lebih menikmati Hanoi pada periode low season seperti November atau Januari karena cuacanya sejuk dengan suhu udara berkisar sekitar 15–25°C, serta jumlah wisatawan relatif lebih sedikit.

15. Datang Terlalu Mepet ke Bandara Saat Pulang

Kesalahan terakhir yang sering diremehkan adalah berangkat ke Bandara Noi Bai terlalu dekat dengan jadwal penerbangan.

Saat musim ramai, antrian imigrasi dan pemeriksaan keamanan bisa sangat panjang. Tidak sedikit wisatawan harus berlari menuju gate karena waktu yang tersisa terlalu sedikit.

Untuk penerbangan internasional, sebaiknya tiba di bandara setidaknya 2-3 jam sebelum keberangkatan agar perjalanan pulang tetap nyaman.

Tips Liburan ke Hanoi untuk Pemula

Selain menghindari kesalahan di atas, ada beberapa tips tambahan yang bisa membuat perjalanan lebih lancar:

  • Simpan alamat hotel dalam bahasa Vietnam.

  • Gunakan aplikasi penerjemah untuk berkomunikasi dengan warga lokal.

  • Siapkan uang tunai secukupnya, jika membutuhkan lebih kamu bisa mengambil tambahan cash melalui ATM.

  • Gunakan eSIM atau kartu SIM lokal agar tetap terhubung selama perjalanan atau aktifkan paket roaming sesampainya di Vietnam.

  • Periksa prakiraan cuaca sebelum berangkat.

  • Pesan tiket atraksi populer lebih awal saat musim ramai.

  • Selalu siapkan waktu cadangan untuk transportasi menuju bandara.

Jelajahi Dunia Lebih Jauh bersama SPUN

Hanoi adalah kota yang menawarkan pengalaman wisata sangat kaya, mulai dari sejarah, budaya, kuliner, hingga destinasi alam di sekitarnya. Selain menghindari berbagai kesalahan turis pemula di Hanoi, pastikan kamu juga memperhatikan durasi bebas visa untuk WNI. Saat ini, WNI dapat berkunjung ke Vietnam tanpa visa hingga 14 hari. Jika berencana tinggal lebih lama, kamu perlu mengajukan e-Visa Vietnam sebelum berangkat. Kamu bisa mengurusnya dengan mudah melalui SPUN. Dengan persiapan yang tepat, perjalanan ke Hanoi bisa terasa lebih nyaman, hemat, dan tetap berkesan.

Jika setelah Vietnam kamu berencana melanjutkan perjalanan ke negara lain yang memerlukan visa, proses pengajuan kini bisa dilakukan lebih praktis melalui SPUN. Platform ini membantu pengurusan berbagai kebutuhan visa perjalanan ke banyak negara dengan proses lebih mudah, transparan, serta didukung tim ‘visa expert’ berpengalaman. 

Mulai dari visa Schengen, visa Jepang Waiver, visa ke Korea Selatan, hingga visa B1/B2 Amerika Serikat hingga visa ke China, semuanya bisa diajukan secara praktis lewat platform SPUN. 

Jadi, sudah siap jelajahi destinasi-destinasi terbaik dunia lebih jauh bersama SPUN.

Next
Next

15 Kesalahan Turis Pemula Saat Liburan ke Singapura yang Sebaiknya Dihindari