15 Kesalahan Turis Pemula Saat Liburan ke Singapura yang Sebaiknya Dihindari
Singapura menjadi salah satu destinasi luar negeri favorit wisatawan Indonesia. Lokasinya dekat, transportasi umum sangat nyaman, serta banyak tempat wisata ikonik yang bisa dikunjungi dalam waktu singkat. Namun, meski terlihat sederhana, masih ada kesalahan-kesalahan umum saat liburan ke Singapura.
Kesalahan-kesalahan kecil ini sering kali membuat biaya perjalanan membengkak, waktu terbuang sia-sia, hingga pengalaman wisata menjadi kurang maksimal. Jika kamu sedang merencanakan liburan ke Negeri Singa, simak daftar kesalahan turis pemula saat ke Singapura berikut agar perjalananmu lebih hemat, nyaman, sekaligus efisien.
*untuk kunjungan ke Singapura lebih dari 30 hari.
Kesalahan Turis Pemula Saat Liburan ke Singapura
1. Membeli EZ-Link Card Padahal Sudah Punya Kartu Debit atau Kartu Kredit Contactless
Banyak wisatawan pertama kali ke Singapura langsung membeli EZ-Link Card di bandara. Padahal, kartu ini memerlukan biaya pembelian dan saldo top up, sementara sisa deposit tidak selalu praktis untuk digunakan kembali jika kamu jarang ke Singapura.
Saat ini, sebagian besar transportasi umum Singapura sudah mendukung pembayaran menggunakan kartu debit atau kartu kredit berlogo contactless. Kamu cukup melakukan tap saat masuk dan keluar MRT maupun bus tanpa perlu membeli kartu transport tambahan. Cara ini lebih praktis serta sering kali lebih ekonomis untuk perjalanan singkat.
Kartu debit atau kartu kredit berlogo contactless
2. Mengandalkan Google Maps untuk Naik Bus
Google Maps memang membantu untuk navigasi umum, tetapi jadwal dan posisi bus di Singapura terkadang kurang akurat, terutama saat jam sibuk.
Banyak warga lokal ataupun traveler berpengalaman lebih memilih menggunakan aplikasi Citymapper karena informasi rute, waktu kedatangan bus, lokasi halte, hingga estimasi perjalanan biasanya lebih presisi. Jika kamu berencana banyak menggunakan transportasi umum, aplikasi ini bisa menjadi penyelamat selama liburan.
3. Hanya Menggunakan MRT untuk Berkeliling
MRT Singapura memang sangat nyaman, tetapi tidak semua tempat wisata berada tepat di dekat stasiun.
Beberapa kawasan menarik seperti Tiong Bahru, Katong, Joo Chiat, hingga deretan rumah Peranakan yang terkenal justru lebih mudah dijangkau menggunakan bus. Jika hanya mengandalkan MRT, kamu mungkin harus berjalan cukup jauh.
Misalnya, jika ingin mengunjungi Katong dan Joo Chiat, kamu bisa naik MRT hingga Paya Lebar Station, lalu melanjutkan perjalanan sekitar 10-15 menit menggunakan bus menuju kawasan tersebut. Cara ini jauh lebih praktis dibanding harus berjalan kaki cukup jauh dari stasiun MRT.
Kombinasi MRT dan bus akan membuat perjalanan lebih efisien sekaligus memungkinkan kamu menjangkau lebih banyak tempat dalam waktu yang sama.
4. Pulang Terlalu Larut dan Kehabisan MRT
Salah satu kesalahan pemula saat ke Singapura lainnya adalah terlalu asyik berjalan-jalan hingga melewati jam operasional MRT.
Perlu diketahui bahwa MRT Singapura tidak beroperasi selama 24 jam. Sebagai aturan aman, usahakan sudah berada di area stasiun sekitar pukul 23.00. Jika kamu ingin memulai aktivitas sejak pagi, MRT biasanya mulai beroperasi sekitar pukul 05.30. Memahami jadwal ini akan membantumu menghindari biaya taksi yang relatif mahal.
5. Memilih Menginap di Orchard Road Tanpa Mempertimbangkan Alternatif
Orchard Road memang terkenal sebagai pusat belanja di Singapura. Namun, banyak turis pemula tidak menyadari bahwa harga hotel di kawasan ini cenderung lebih tinggi dibanding area lainnya.
Selain itu, beberapa bagian Orchard bisa terasa cukup sepi pada malam hari setelah pusat perbelanjaan tutup. Sebagai alternatif, kawasan Chinatown, Bugis, atau Little India sering menawarkan akomodasi lebih terjangkau, akses transportasi lebih baik, pilihan kuliner melimpah, serta suasana lebih hidup.
Baca juga: Panduan Transportasi Umum Singapura: MRT, LRT dan Bus
6. Menganggap Semua Tempat di Singapura Sudah Cashless
Singapura memang sangat modern, tetapi bukan berarti uang tunai tidak diperlukan sama sekali.
Masih banyak kios makanan di hawker center yang hanya menerima pembayaran tunai. Karena itu, sebaiknya tetap menyiapkan sejumlah uang tunai dalam mata uang SGD untuk berjaga-jaga. Kamu tidak perlu membawa banyak, tetapi cukup untuk kebutuhan makan ataupun transaksi kecil.
7. Hanya Makan di Hawker Center yang Terlalu Populer
Banyak wisatawan langsung menuju Lau Pa Sat karena namanya sangat terkenal. Akibatnya, tempat ini sering sangat ramai dan beberapa menu memiliki harga relatif lebih tinggi dibanding hawker center lokal.
Jika ingin pengalaman kuliner lebih autentik, cobalah mengunjungi Tiong Bahru Market Tiong Bahru Market, Old Airport Road Food Centre, ABC Brickworks Market & Food Centre, atau Maxwell Food Centre. Selain harga lebih ramah di kantong, kamu juga bisa menemukan banyak hidden gem yang bahkan pernah mendapatkan penghargaan Michelin Star.
8. Membeli Tiket Wisata Secara Mendadak
Kesalahan berikutnya adalah membeli tiket atraksi wisata langsung di lokasi pada hari kunjungan.
Untuk atraksi populer seperti studio bertema Harry Potter, Universal Studios Singapore, atau berbagai pameran khusus yang sedang berlangsung, tiket bisa habis terutama saat musim liburan. Agar lebih aman, sebaiknya pesan tiket beberapa hari atau bahkan beberapa minggu sebelum keberangkatan melalui platform seperti Klook, Pelago, atau Traveloka. Membeli tiket secara online jauh-jauh hari biasanya memberikan harga lebih baik sekaligus mengurangi risiko antre panjang.
9. Membayar OCBC Skyway Hanya untuk Menonton Light Show di Gardens by the Bay
Banyak turis mengira mereka harus membeli tiket untuk menikmati pertunjukan cahaya Supertree Grove.
Padahal, Garden Rhapsody atau light show dapat dinikmati secara gratis dari area bawah Supertree Grove setiap hari dengan jadwal pertunjukan pukul 19.45 dan 20.45 (masing-masing berlangsung sekitar 10 menit). Pemandangan yang didapatkan tetap spektakuler tanpa perlu mengeluarkan biaya tambahan. Kecuali jika kamu memang ingin merasakan sensasi berjalan di atas OCBC Skyway, menonton dari bawah sudah lebih dari cukup.
Namun, ada pengecualian saat periode Natal dimana akan diselenggarakan acara tematik yang biasanya berlangsung akhir November hingga awal Januari. Tahun ini acara natalnya bertajuk ‘The Christmas Special’. Pada periode ini, area Supertree Grove tempat penonton biasanya menyaksikan Garden Rhapsody dari bawah dapat menjadi bagian dari area acara berbayar, sehingga kamu perlu membeli tiket ‘The Christmas Special’ untuk masuk pada jam operasional malam. Karena itu, jika berkunjung pada musim liburan Natal, sebaiknya cek jadwal dan pengaturan area terbaru sebelum datang.
10. Berburu Sunset di Merlion Park
Merlion Park memang ikonik, tetapi area ini hampir selalu dipenuhi wisatawan.
Jika ingin menikmati matahari terbenam dengan suasana lebih santai, Marina Barrage adalah pilihan lebih menarik. Tempat ini populer di kalangan warga lokal untuk piknik sore sambil menikmati panorama gedung-gedung pencakar langit Singapura. Pemandangan cityscape dari sini sering dianggap lebih memukau dibanding Merlion Park.
Untuk menuju ke Marina Barrage, kamu bisa naik MRT hingga Gardens by the Bay Station (Thomson-East Coast Line), kemudian melanjutkan perjalanan sekitar 15-20 menit berjalan kaki atau naik bus menuju Marina Barrage. Agar bisa menikmati suasana dengan lebih leluasa, usahakan tiba sekitar pukul 17.30-18.00. Kamu masih punya waktu untuk mencari tempat duduk, berpiknik, atau sekadar bersantai sebelum matahari terbenam, yang umumnya terjadi sekitar 18.50-19.15 sepanjang tahun di Singapura.
Baca juga: Apa itu Arrival Card & Negara yang Mewajibkan Arrival Card Sebelum Landing
11. Menganggap Cuaca Singapura Sama dengan Jakarta
Banyak orang berpikir karena sama-sama berada di Asia Tenggara, cuaca Singapura tidak jauh berbeda dengan Jakarta.
Faktanya, aktivitas wisata di Singapura sering melibatkan banyak berjalan kaki sehingga panas matahari bisa terasa lebih menyengat. Gunakan pakaian nyaman, mudah menyerap keringat, topi, serta payung. Jika memungkinkan, jadwalkan aktivitas outdoor pada sore hari untuk menghindari terik matahari terlalu panas.
12. Terus Membeli Air Minum Kemasan
Harga minuman kemasan di Singapura bisa terasa cukup mahal jika dibeli berkali-kali setiap hari.
Cara sederhana untuk menghemat pengeluaran adalah membawa tumbler sendiri. Banyak tempat umum menyediakan fasilitas isi ulang air minum yang aman digunakan. Selain mengurangi biaya perjalanan, kebiasaan ini juga lebih ramah lingkungan.
13. Meninggalkan Tray dan Peralatan Makan Setelah Selesai Makan
Aturan kebersihan di Singapura cukup ketat dan berbeda dengan beberapa negara lain.
Di banyak hawker center ataupun food court, pengunjung diharapkan membereskan tray, membuang sisa makanan pada tempat yang sesuai, lalu mengembalikan tray ke area pengumpulan yang telah disediakan. Mengabaikan aturan ini bisa membuatmu ditegur petugas dan dianggap tidak menghormati budaya setempat.
14. Tidak Menyimpan Struk Belanja untuk Tax Refund
Jika kamu berencana berbelanja barang bermerek atau produk tertentu dalam jumlah cukup besar, jangan langsung membuang struk pembelian.
Wisatawan yang memenuhi syarat dapat mengajukan pengembalian pajak atau Tourist Refund Scheme (TRS) saat meninggalkan Singapura melalui jalur udara. Karena itu, simpan seluruh struk pembelian dan pastikan transaksi memenuhi ketentuan minimum berlaku agar tidak kehilangan kesempatan mendapatkan refund.
15. Mengisi Singapore Arrival Card Saat Sudah Tiba di Bandara
Masih banyak wisatawan yang baru menyadari kewajiban mengisi Singapore Arrival Card ketika sudah berada di bandara keberangkatan.
Padahal, formulir ini dapat diisi secara online mulai tiga hari sebelum kedatangan melalui situs resmi ICA (https://www.ica.gov.sg/enter-transit-depart/entering-singapore/sg-arrival-card) atau aplikasi myICA Mobile. Mengurusnya lebih awal akan membuat proses keberangkatan jauh lebih tenang dan mengurangi risiko terburu-buru menjelang penerbangan.
Tips Tambahan Sebelum Berangkat ke Singapura
Selain menghindari berbagai kesalahan di atas, pastikan kamu juga menyiapkan dokumen perjalanan dengan baik, memesan tiket atraksi populer lebih awal, serta membuat itinerary realistis. Dengan persiapan matang, liburan ke Singapura bisa terasa jauh lebih nyaman, hemat, serta menyenangkan.
Liburan Ke Luar Negeri Lebih Mudah bersama SPUN
Singapura memang termasuk destinasi ramah wisatawan, tetapi memahami kebiasaan lokal, sistem transportasi, hingga aturan yang berlaku dapat membuat pengalaman liburanmu jauh lebih maksimal. Dengan menghindari 15 kesalahan turis pemula saat ke Singapura di atas, kamu bisa menghemat waktu, tenaga, dan anggaran selama perjalanan.
Kabar baiknya, Warga Negara Indonesia (WNI) tidak memerlukan visa untuk berkunjung ke Singapura selama memenuhi ketentuan bebas visa yang berlaku. Namun, jika kamu berencana untuk tinggal di Singapura lebih dari 30 hari, maka kamu membutuhkan visa. Tak perlu repot karena pengajuan eVisa Singapura bisa kamu ajukan dengan mudah melalui SPUN. Platform ini membantu pengurusan berbagai jenis visa ke banyak negara secara praktis sekaligus terintegrasi, sehingga kamu bisa lebih fokus mempersiapkan itinerary dan menikmati perjalanan tanpa repot mengurus dokumen sendiri.
Jadi, sudah siap wujudkan itinerary impianmu jelajahi Singapura lebih jauh bersama SPUN.