Panduan Apply E-Arrival Card ke Negara ASEAN: Dari Singapura, Malaysia, Thailand, Kamboja hingga Filipina
Meskipun negara-negara ASEAN termasuk destinasi bebas visa untuk pemegang paspor Indonesia alias WNI, masih ada satu dokumen perjalanan penting yang tetap perlu dipersiapkan, yakni Arrival Card. Perjalanan ke negara-negara Asia Tenggara kini semakin praktis berkat sistem E-Arrival Card atau kartu kedatangan elektronik. Kalau dulu kamu harus mengisi formulir imigrasi manual di pesawat atau antri panjang di bandara, sekarang sebagian besar negara ASEAN sudah beralih ke sistem digital.
Baca juga: Destinasi Liburan Luar Negeri yang Ramah di Kantong: Rekomendasi Terbaik untuk Traveler Hemat
Apa Itu E-Arrival Card dan Kenapa Penting?
E-Arrival Card adalah formulir kedatangan digital yang wajib diisi oleh traveler sebelum masuk ke suatu negara. Data yang diinput biasanya mencakup:
Informasi paspor
Detail penerbangan
Alamat akomodasi
Riwayat perjalanan singkat
Tujuan kunjungan
Beberapa negara juga mengintegrasikan E-Arrival Card dengan sistem imigrasi otomatis (autogate), sehingga kamu bisa menghemat waktu saat pemeriksaan paspor.
Manfaat utama E-Arrival Card:
Mempercepat proses imigrasi
Mengurangi antrian di bandara
Minim resiko kesalahan tulis
Bisa diisi dari mana saja sebelum berangkat
Baca juga: Kalender Libur & Tanggal Merah: Panduan Lengkap untuk Rencanakan Liburan Lebih Awal
Negara-Negara ASEAN yang Telah Menerapkan E-Arrival Card dan Panduan Cara Apply E-Arrival Card
Berikut beberapa negara Asia Tenggara yang paling sering jadi tujuan traveler Indonesia dan sudah menerapkan sistem E-Arrival Card, lengkap dengan panduan cara apply e-arrival card ke negara-negara ASEAN tersebut:
1. Cara Mengisi SG Arrival Card (Singapura)
Pengisian SG Arrival Card (SGAC) wajib dilakukan secara online dan sebaiknya tidak mepet waktu keberangkatan. Langkah-langkah mengisi SG Arrival Card:
Buka platform resmi SG Arrival Card atau klik di sini
Pilih opsi ‘Submit SGAC’ lalu pilih ‘Foreign Visitor’
Masukkan data pribadi sesuai paspor
Masukkan informasi perjalanan.
Review seluruh data dengan teliti
Submit dan simpan bukti pengisian (PDF atau screenshot)
2. Cara Mengisi Malaysia Digital Arrival Card (MDAC)
Sumber gambar: Malaysia Digital Arrival Card (MDAC)
MDAC Malaysia menggantikan kartu kedatangan fisik dan wajib diisi sebelum tiba di Malaysia. Tahapan mengisi MDAC Malaysia:
Akses situs resmi Malaysia Digital Arrival Card atau klik di sini
Setelah pilih menu ‘Register’ isi data pribadi dan perjalanan
Cek keseluruhan data dan jika sudah benar klik ‘Submit’
Simpan bukti pengisian MDAC yang nantinya perlu ditunjukkan kepada petugas imigrasi setibanya di Malaysia.
3. Cara Mengisi Thailand Digital Arrival Card (TDAC)
Sumber gambar: Thailand Digital Arrival Card (TDAC)
Thailand kini menerapkan Thailand Digital Arrival Card (TDAC) sebagai pengganti TM6 versi kertas. Langkah mengisi TDAC Thailand:
Masuk ke platform resmi TDAC atau klik di sini
Pilih menu ‘Arrical Card’
Masukkan data pribadi sesuai paspor
Lanjutkan dengan mengisi informasi perjalanan dan Health Declaration
Cek ulang semua data, lalu ‘Submit’ dan simpan bukti pengisian
Disarankan mengisi TDAC sebelum hari keberangkatan agar proses imigrasi lebih cepat.
4. Cara Mengisi e-Arrival Card Kamboja
Kamboja menerapkan e-Arrival Card untuk menggantikan formulir manual di bandara utama. Panduan pengisian e-Arrival Card Kamboja:
Buka sistem e-Arrival Card Kamboja atau klik di sini, atau kamu bisa download aplikasi resmi e-Arrival Card Kamboja.
Pilih menu ‘Submit e-Arrival’, lalu kamu akan diminta untuk login atau membuat akun terlebih dahulu.
Isi data pribadi, detail paspor, serta informasi penerbangan/kedatangan.
Submit dan simpan bukti registrasi
Sistem ini membantu mempercepat proses imigrasi, terutama saat jam sibuk.
5. Cara Mengisi e-Travel Registration Filipina
Sumber gambar: thepoortraveler.net
e-Travel Registration Filipina merupakan dokumen wajib untuk diisi oleh semua pelancong internasional sebelum tiba di Filipina. Langkah-langkah mengisi e-Travel Filipina:
Akses platform e-Travel Filipina atau klik di sini. Alternatif lain bisa melalui aplikasi resmi eGovPH.
Lakukan pendaftaran akun terlebih dahulu lalu pilih menu ‘eTravel’
Isi data pribadi, paspor serta detail perjalanan
Lengkapi deklarasi tambahan jika diminta
Submit dan simpan QR code atau bukti registrasi
Traveler yang sudah mengisi e-Travel biasanya bisa langsung menuju pemeriksaan imigrasi tanpa formulir tambahan.
Tips penting:
Pastikan pengisian arrival card dilakukan maksimal 3 hari sebelum kedatangan dan data 100% sesuai paspor untuk menghindari kendala di imigrasi. Lakukan jauh-jauh hari untuk meminimalisir kesalahan-kesalahan dalam proses pengisian yang terburu-buru.
Baca juga: Perbedaan E-Paspor, E-Paspor Polikarbonat, dan Paspor Biasa: Mana yang Terbaik?
Kesalahan Umum Saat Mengisi E-Arrival Card
Banyak traveler gagal lolos mulus di imigrasi bukan karena paspor, tapi karena kesalahan sepele saat mengisi E-Arrival Card.
Beberapa kesalahan yang sering terjadi:
Salah input nomor paspor
Mengisi alamat hotel asal-asalan
Mengisi terlalu mepet waktu kedatangan
Tidak menyimpan bukti submit
Mengira E-Arrival Card = visa
Perlu diingat: E-Arrival Card bukan visa, tapi tetap wajib meskipun kamu bebas visa.
Tips Agar Proses Imigrasi di SEA Lebih Lancar
Isi E-Arrival Card paling telat H-3 sebelum berangkat
Gunakan email aktif untuk menerima notifikasi
Simpan file digital dan screenshot di HP
Cetak cadangan jika memungkinkan
Pastikan masa berlaku paspor minimal 6 bulan saat kedatangan
Dengan persiapan ini, kamu bisa fokus menikmati perjalanan tanpa stres di bandara.
Siapkan Dokumen Perjalananmu Lebih Praktis bersama SPUN
Di era travel digital seperti sekarang, mengurus dokumen perjalanan bukan lagi hal yang ribet,asal tahu caranya. E-Arrival Card adalah salah satu elemen penting yang sering dianggap sepele, padahal krusial untuk kelancaran perjalanan ke negara-negara Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, hingga Thailand.
Kalau perjalananmu membutuhkan visa, e-visa, atau dokumen perjalanan lainnya ke berbagai negara, kamu bisa mengurusnya dengan lebih praktis melalui platform SPUN. Lewat SPUN, proses aplikasi visa jadi lebih simpel, transparan, dan cocok buat traveler yang ingin fokus menikmati perjalanan tanpa pusing urusan administratif.
Persiapan matang selalu jadi kunci perjalanan yang nyaman. Dan dengan sistem digital yang tepat, kamu bisa melangkah lebih jauh tanpa hambatan.