Camino de Santiago: Panduan Rute & Tips Ziarah Katolik untuk Peziarah Modern
Camino de Santiago bukan sekadar perjalanan kaki lintas negara. Bagi jutaan peziarah Katolik dan pencari makna hidup, rute ini adalah perjalanan spiritual sarat akan sejarah, refleksi, serta pengalaman personal mendalam. Setiap langkah di Camino membawa cerita, tentang iman, ketekunan, hingga perjumpaan dengan diri sendiri.
Dalam panduan ini, kamu akan menemukan informasi terbaru seputar Camino de Santiago, mulai dari sejarah singkat, pilihan rute populer, tips ziarah Katolik, hingga persiapan penting sebelum berangkat ke Spanyol.
Baca juga: Apa Itu Eurail Global Pass: Manfaat & Panduan Kereta Antar Negara di Eropa
Apa Itu Camino de Santiago?
Camino de Santiago adalah jaringan jalur ziarah yang mengarah ke Katedral Santiago de Compostela, tempat diyakini sebagai makam Santo Yakobus (Santiago), salah satu dari dua belas rasul Yesus. Tradisi ziarah ini sudah berlangsung sejak abad ke-9 dan hingga kini tetap hidup, bahkan semakin populer di kalangan peziarah modern dari berbagai latar belakang.
Meski identik dengan ziarah Katolik, Camino de Santiago kini juga menarik backpacker, traveler spiritual, hingga solo traveler yang ingin merasakan slow travel dengan makna mendalam.
Sumber gambar: Freepik
Rute Camino de Santiago Paling Populer
Salah satu keunikan Camino de Santiago adalah fleksibilitas rutenya. Kamu bisa memilih jalur sesuai waktu, kondisi fisik, ataupun tujuan personal kamu.
Baca juga: Apakah Colokan Listrik di Eropa dan Indonesia Sama? Ini Panduannya
1. Camino Francés - Rute Klasik Paling Ikonik
Camino Francés adalah rute Camino de Santiago paling terkenal serta paling ramai dilalui peziarah.
Rute ini melewati:
Wilayah Prancis:
Saint-Jean-Pied-de-Port - titik awal paling populer, kota kecil di kaki Pegunungan Pyrenees
Wilayah Spanyol:
Pegunungan Pyrenees (melintasi perbatasan Prancis-Spanyol)
Roncesvalles, desa ziarah pertama di Spanyol
Pamplona
Logroño (wilayah anggur Rioja)
Burgos
León
Galicia
Santiago de Compostela
Total jaraknya sekitar 780 km, dengan waktu tempuh ideal 30-35 hari berjalan kaki.
Keistimewaan Camino Francés:
Infrastruktur paling lengkap (albergue, restoran, penanda jalan)
Komunitas peziarah internasional yang sangat hidup
Banyak kota bersejarah dan gereja tua
Cocok untuk peziarah Katolik pertama kali
Secara spiritual, Camino Francés dianggap sebagai jalur “pembelajaran iman”, karena ritmenya konsisten serta memungkinkan refleksi panjang dari hari ke hari.
Karena rute ini dimulai dari Prancis dan berakhir di Spanyol, kamu perlu Visa Schengen Prancis yang mencakup kedua negara karena keduanya masih berada dalam kawasan Schengen. Untuk mempermudah prosesnya, kamu bisa mengajukan Visa Schengen melalui SPUN agar perjalanan ziarahmu lebih tenang sejak awal.
2. Camino Portugués - Jalur Tenang dari Portugal
Camino Portugués adalah rute Camino de Santiago favorit kedua setelah Camino Francés, terutama bagi peziarah yang menginginkan suasana lebih damai.
Rute ini melewati:
Wilayah Portugal:
Lisbon (opsional)
Porto, titik awal paling populer
Barcelos
Ponte de Lima
Valença, kota perbatasan Portugal dan Spanyol
Wilayah Spanyol:
Tui, kota pertama setelah menyeberang dari Portugal
Padrón
Santiago de Compostela
Dari Porto, jarak tempuh sekitar 240 km, biasanya diselesaikan dalam 10-14 hari.
Keistimewaan Camino Portugués:
Medan relatif lebih landai sertaramah pemula
Jalur kota tua dan desa tradisional Portugal
Nuansa kontemplatif tidak terlalu ramai
Banyak gereja kecil dan kapel bersejarah
Rute ini sering dipilih peziarah Katolik yang ingin fokus pada doa serta refleksi tanpa tekanan fisik berlebih.
Karena melintasi Portugal dan Spanyol, kamu bisa ajukan Visa Schengen Portugal melalui SPUN untuk melakukan ziarah Camino de Santiago melalui rute ini.
3. Camino del Norte - Jalur Garis Pantai Utara Spanyol nan Dramatis
Bagi peziarah yang mencintai alam serta tantangan, Camino del Norte menawarkan pengalaman Camino de Santiago sangat berbeda.
Rute ini seluruhnya berada di wilayah Spanyol melewati:
Irún (perbatasan Prancis-Spanyol)
San Sebastián
Bilbao
Santander
Gijón
Ribadeo
Santiago de Compostela
Total jaraknya sekitar 825 km, dengan medan naik-turun cukup menantang.
Keistimewaan Camino del Norte:
Pemandangan menakjubkan laut Atlantik
Jalur hijau dengan tebing dan pantai liar
Lebih sepi dibanding Camino Francés
Cocok untuk peziarah berpengalaman
Secara spiritual, rute ini sering dianggap sebagai perjalanan “ketekunan dan keheningan”, karena ritmenya lebih sunyi serta menuntut kesabaran.
Rute ini berada sepenuhnya di Spanyol, sehingga Visa Schengen Spanyol sudah mencukupi. Mengajukannya lebih awal lewat SPUN akan membantu memastikan kamu bisa berangkat sesuai jadwal yang direncanakan.
4. Camino Primitivo - Rute Tertua & Paling Spiritual di Spanyol
Camino Primitivo adalah rute Camino de Santiago tertua, sekaligus salah satu yang paling menantang. Rute Camino de Santiago ini sepenuhnya berada di wilayah Spanyol, tanpa melintasi perbatasan negara lain.
Rute ini melewati:
Oviedo
Pegunungan Asturias
Lugo
Melide
Santiago de Compostela
Dengan jarak sekitar 320 km, rute ini biasanya ditempuh dalam 12-15 hari.
Keistimewaan Camino Primitivo:
Jalur pegunungan masih alami
Suasana sangat sunyi dan reflektif
Minim komersialisasi
Dipilih peziarah yang mencari kedalaman spiritual
Banyak peziarah Katolik menganggap Camino Primitivo sebagai rute paling “murni” untuk ziarah. Karena rute ini sepenuhnya berada di Spanyol, kamu juga bisa menggunakan Visa Schengen Spanyol untuk mengunjunginya.
Sumber gambar: Getty Images
5. Camino Inglés - Singkat tapi Sarat Makna di Spanyol
Camino Inglés cocok untuk peziarah dengan waktu terbatas. Camino Inglés sepenuhnya berada di satu negara, yaitu Spanyol.
Nama “Inglés” berasal dari sejarahnya, karena dahulu digunakan peziarah dari Inggris dan Irlandia yang tiba lewat laut, bukan karena rutenya melintasi Inggris.
Rute ini melewati:
Ferrol atau A Coruña
Betanzos
Bruma
Santiago de Compostela
Jaraknya sekitar 120 km, pas untuk memenuhi syarat mendapatkan Compostela.
Keistimewaan Camino Inglés:
Durasi singkat (5-7 hari)
Cocok untuk first-timer dengan jadwal terbatas
Jalur historis peziarah dari Inggris dan Irlandia
Sama seperti rute Camino de Santiago sebelumnya, untuk bisa melakukan perjalanan ziarah ini, pastikan kamu sudah memiliki Visa Schengen Spanyol. Melalui platform SPUN, kamu bisa temukan layanan untuk pengajuan Visa Schengen ke berbagai negara. Jadi, apapun pilihan titik mulai perjalananmu, SPUN punya solusi untuk pengajuan visanya.
Syarat Ziarah & Compostela
Bagi peziarah yang menempuh Camino de Santiago, tujuan akhirnya bukan hanya tiba di Santiago de Compostela, tetapi juga memperoleh Compostela, sertifikat resmi yang dikeluarkan oleh Katedral Santiago sebagai bukti ziarah.
Untuk mendapatkannya, ada beberapa syarat penting yang wajib kamu penuhi.
Sumber gambar: Freepik
1. Jarak Minimum Perjalanan
Kamu harus:
Berjalan kaki minimal 100 km, atau
Bersepeda minimal 200 km
Jarak ini dihitung dari titik awal resmi yang diakui dalam rute Camino de Santiago. Semakin jauh kamu berjalan, semakin kuat pula nilai spiritual perjalanan tersebut.
2. Memiliki Credencial del Peregrino (Paspor Peziarah)
Credencial del Peregrino adalah dokumen wajib bagi setiap peziarah Camino de Santiago. Fungsinya mirip paspor perjalanan, digunakan untuk mengumpulkan stempel (sellos) dan sebagai bukti bahwa kamu benar-benar menempuh jalur ziarah.
Cara Mendapatkan Credencial del Peregrino
Kamu bisa memperoleh Credencial del Peregrino melalui beberapa cara resmi berikut:
Melalui Gereja atau Keuskupan
Banyak gereja Katolik, paroki, atau keuskupan tertentu menyediakan Credencial bagi peziarah. Biasanya kamu perlu menyampaikan niat ziarah Camino de Santiago dan mengisi data singkat.Asosiasi Camino de Santiago
Di berbagai negara terdapat asosiasi resmi Camino de Santiago yang menjual atau membagikan Credencial, baik secara langsung maupun lewat pemesanan online seperti melalui Australian Friends of the Camino atau Société des Amis de Saint-Jacques de Compostelle.Di Titik Awal Camino
Jika belum mendapatkannya sebelum berangkat, kamu bisa membeli Credencial di:Gereja atau albergue peziarah
Kantor pariwisata tertentu
Katedral atau pusat informasi Camino di kota awal rute
3. Mengumpulkan Stempel di Sepanjang Rute
Setiap hari perjalanan, kamu wajib mengumpulkan minimal dua stempel per hari pada Credencial del Peregrino, terutama saat 100 km terakhir menuju Santiago.
Stempel bisa diperoleh di:
Gereja dan kapel
Albergue peziarah
Kafe, restoran, ataupun kantor pariwisata resmi di titik tertentu
Stempel inilah yang menjadi bukti otentik bahwa kamu benar-benar berjalan di rute Camino de Santiago.
Perlu kamu ingat, motivasi perjalanan ini haruslah bersifat religius, spiritual, atau reflektif, bukan semata liburan, karena hal ini akan ditanyakan pada titik akhir perjalanan ziarah.
Sumber gambar: Wikimedia
Tips Ziarah Katolik di Camino de Santiago
Agar pengalaman Camino de Santiago kamu berjalan lancar sekaligus bermakna, perhatikan beberapa tips penting berikut:
Persiapan Fisik & Mental
Latihan jalan kaki jauh hari sebelum berangkat. Camino bukan lomba, tapi ketahanan fisik tetap krusial.Pilih Waktu Terbaik untuk ziarah Camino de Santiago
Musim terbaik: April-Juni dan September-Oktober
Hindari puncak musim panas (Juli-Agustus) jika tidak terbiasa panas ekstrem
Perlengkapan Esensial
Sepatu hiking yang sudah “jinak”
Ransel maksimal 10% dari berat badan
Jas hujan, trekking pole, dan blister kit
Menginap di Albergue
Penginapan khusus peziarah (albergue) tersedia di hampir semua rute Camino de Santiago dengan harga terjangkau serta menawarkan suasana komunal antar peziarah.Jaga Etika Ziarah
Hormati sesama peziarah, jaga kebersihan, serta tetap rendah hati, nilai-nilai ini adalah bagian penting dari Camino.
Camino de Santiago di Era Modern
Menariknya, Camino de Santiago kini semakin relevan bagi generasi modern. Banyak peziarah datang bukan hanya untuk alasan religius, tapi juga untuk:
Healing dan refleksi diri
Digital detox
Mencari arah hidup baru
Meski teknologi hadir di genggaman, esensi Camino tetap sama: berjalan perlahan, mendengar tubuh dan hati, serta membuka diri pada perjumpaan.
Camino de Santiago Adalah Perjalanan Spiritual, Bukan Sekadar Tujuan
Camino de Santiago bukan tentang seberapa cepat kamu sampai di Santiago de Compostela, tapi tentang apa yang kamu temukan sepanjang jalan. Setiap langkah adalah doa, setiap pertemuan adalah pelajaran.
Jika kamu sudah merasa terpanggil untuk menjalani ziarah ini, pastikan persiapanmu matang, baik secara fisik, mental, maupun administratif. Untuk urusan Visa Schengen , kamu bisa memulai langkah pertamamu dengan mudah melalui SPUN. Karena seperti Camino itu sendiri, perjalanan besar selalu dimulai dari satu langkah kecil yang tepat.