10 Taman Nasional Terbesar di Dunia Paling Populer
Kalau membayangkan taman nasional, mungkin yang terlintas adalah hutan lebat, pegunungan, safari, atau jalur hiking yang bisa dijelajahi dalam satu atau dua hari. Namun, beberapa taman nasional terbesar di dunia memiliki skala jauh berbeda. Luasnya bahkan bisa menyaingi atau melampaui ukuran sebuah negara.
Meskipun demikian, beberapa di antara taman nasional terluas ini berada di kawasan terpencil dengan kondisi alam ekstrim sehingga aksesnya sangat terbatas. Sebaliknya, ada pula taman nasional berukuran sangat luas yang sudah menjadi destinasi wisata alam dan safari kelas dunia.
Untukmu pecinta alam, destinasi 10 taman nasional terbesar sekaligus terpopuler di dunia ini bisa jadi pelengkap bucket list liburanmu selanjutnya!
Daftar Taman Nasional Terbesar di Dunia
| Peringkat | Taman Nasional | Negara/Wilayah | Perkiraan Luas |
|---|---|---|---|
| 1 | Northeast Greenland National Park | Greenland | 972.000 km² |
| 2 | Wrangell-St. Elias National Park & Preserve | Amerika Serikat | 53.200 km² |
| 3 | Namib-Naukluft National Park | Namibia | 49.768 km² |
| 4 | Wood Buffalo National Park | Kanada | 44.741 km² |
| 5 | Gates of the Arctic National Park & Preserve | Amerika Serikat | 30.448 km² |
| 6 | Nyerere National Park | Tanzania | 30.893 km² |
| 7 | Kafue National Park | Zambia | 22.400 km² |
| 8 | Kruger National Park | Afrika Selatan | 19.485 km² |
| 9 | Vatnajökull National Park | Islandia | 14.967 km² |
| 10 | Fiordland National Park | Selandia Baru | 12.607 km² |
Baca juga: 9 Destinasi Negara Tempat Melihat Aurora Terbaik yang Wajib Masuk Bucket List
1. Northeast Greenland National Park, Greenland
Sumber gambar: Wikimedia
Luas: sekitar 972.000 km²
Tidak ada yang mendekati skala Northeast Greenland National Park ketika membicarakan taman nasional terbesar di dunia. Kawasan ini membentang sekitar 972.000 km² di bagian timur laut Greenland dan merupakan taman nasional terluas sekaligus salah satu kawasan konservasi daratan terbesar di Bumi.
Sebagian besar wilayahnya tertutup lapisan es Greenland, sementara bagian pesisirnya terdiri atas fjord, pegunungan, tundra, hingga kawasan Arktik sangat terpencil.
Salah satu taman nasional terpopuler ini didirikan pada 1974 lalu diperluas hingga mencapai ukuran sekarang pada 1988. Lingkungannya menjadi habitat berbagai satwa khas Arktik, termasuk musk ox, beruang kutub, walrus, rubah Arktik, anjing laut, serta berbagai jenis burung.
Aksesnya sangat terbatas sehingga perjalanan ke kawasan ini umumnya dilakukan melalui ekspedisi khusus. Namun keterpencilannya ini membuat Northeast Greenland National Park begitu istimewa.
Perlu diketahui, meski merupakan wilayah otonom dari kerajaan Denmark, Greenland memiliki ketentuan visa yang berbeda. Wisatawan Indonesia tetap memerlukan visa Schengen Denmark untuk masuk ke Greenland, tetapi visa tersebut harus secara khusus mencantumkan keterangan “Valid for Greenland”.
Visa Schengen Denmark yang masih aktif dan memiliki fasilitas multiple entry, tetapi tidak mencantumkan keterangan tersebut, tidak dapat digunakan untuk memasuki Greenland. Pengajuan visa untuk Greenland dilakukan melalui Danish Visa Application Centre/VFS Global di Jakarta, karena Denmark menangani penerbitan visa untuk Greenland..
2. Wrangell-St. Elias National Park & Preserve, Alaska, Amerika Serikat
Sumber gambar: National Park Service
Luas: sekitar 53.200 km²
Jika Northeast Greenland terlalu ekstrem untuk sebagian besar wisatawan, Wrangell-St. Elias National Park & Preserve di Alaska menawarkan alternatif dengan akses wisata lebih realistis.
Taman nasional terbesar kedua ini mencakup sekitar 13,2 juta acre atau sekitar 53.200 km². National Park Service bahkan menggambarkan ukurannya sebagai setara dengan gabungan Yellowstone, Yosemite, dan Swiss.
Lanskapnya sangat beragam. Di satu kawasan kamu bisa menemukan pegunungan tinggi, gletser, lembah, sungai, hingga bentang alam pesisir. Titik tertingginya mencapai 18.008 kaki atau sekitar 5.490 meter. Salah satu hal menarik dari taman nasional populer ini adalah kehidupan manusia yang masih menjadi bagian dari lanskap. Masyarakat Athabascan dan Tlingit telah memanfaatkan kawasan tersebut selama beberapa generasi.
Untuk wisatawan, aktivitas populer di taman nasional populer ini meliputi hiking, backpacking, melihat gletser, menikmati pemandangan pegunungan, hingga menjelajahi kawasan sekitar McCarthy serta Nabesna.
3. Namib-Naukluft National Park, Namibia
Sumber gambar: national-parks.org
Luas: sekitar 49.768 km²
Inilah salah satu taman nasional terbesar di Afrika sekaligus salah satu destinasi paling fotogenik dalam daftar taman nasional terpopuler ini. Terletak di Namibia, Namib-Naukluft National Park membentang sekitar 49.768 km² dan melindungi area luas Gurun Namib serta Pegunungan Naukluft.
Nama Sossusvlei mungkin lebih familiar dibanding nama taman nasionalnya sendiri. Kawasan ini membuat Namibia begitu populer di kalangan pecinta fotografi alam. Bukit pasir berwarna merah-oranye yang menjulang di sekitar Sossusvlei menciptakan lanskap menakjubkan bak dunia fantasi.
Salah satu pengalaman paling banyak dicari adalah datang pagi-pagi untuk menyaksikan perubahan warna bukit pasir ketika terkena cahaya matahari. Deadvlei dengan pohon-pohon mati yang kontras dengan latar pasir juga menjadi salah satu lanskap paling ikonik di Namibia. Adaptasi terhadap kondisi sangat kering membuat flora dan fauna di Namib-Naukluft menjadi bagian penting dari ekosistem gurun.
Untungnya, Namibia termasuk salah satu negara yang saat ini memiliki kebijakan bebas visa untuk pemegang paspor Indonesia. Jadi, kamu bisa menjelajahi keindahan lanskap ini tanpa perlu memusingkan urusan visa perjalanan.
Baca juga: 4 Musim di Eropa: Waktu & Negara Destinasi Terbaik
4. Wood Buffalo National Park, Kanada
Sumber gambar: parks.canada.ca
Luas: sekitar 44.741 km²
Bergeser ke Kanada, kamu akan menemukan Wood Buffalo National Park, taman nasional terbesar di Kanada dengan luas sekitar 44.741 km².
Kawasan ini didirikan pada 1922 untuk melindungi populasi wood bison. Saat ini, salah satu taman nasional terluas telah menjadi salah satu habitat penting bagi satwa liar Kanada, termasuk bison, serigala, beruang hitam, rusa, serta berbagai spesies burung.
Wood Buffalo juga merupakan situs Warisan Dunia UNESCO. Keistimewaan geografis dari taman nasional ini adalah Peace-Athabasca Delta, salah satu delta pedalaman terbesar di dunia. Kawasan ini juga menjadi habitat penting bagi whooping crane, salah satu burung paling langka di Amerika Utara.
Taman nasional terbesar di dunia satu ini cocok jika kamu ingin melihat sisi Kanada yang jauh dari kota-kota besar. Hutan boreal, padang rumput, lahan basah, serta danau menciptakan lanskap sangat berbeda dari taman nasional gurun atau kawasan pegunungan.
Menariknya lagi, Wood Buffalo juga dikenal sebagai salah satu kawasan dark sky yang memungkinkan wisatawan menikmati langit malam dengan polusi cahaya sangat minim.
5. Gates of the Arctic National Park & Preserve, Alaska, Amerika Serikat
Sumber gambar: national-parks.org
Luas: sekitar 30.448 km²
Nama "Gates of the Arctic" terdengar dramatis, dan lanskapnya memang sesuai dengan namanya. Taman nasional terpopuler di dunia selanjutnya ini berada jauh di utara Alaska dan melindungi kawasan pegunungan Brooks Range yang sangat luas. Area taman nasionalnya sekitar 30.448 km², sementara jika keseluruhan kawasan park and preserve diperhitungkan, mencapai sekitar 34.287 km².
Tidak seperti banyak taman nasional populer di Amerika Serikat yang memiliki jalan raya, visitor center besar, serta jalur wisata cukup mudah diakses, Gates of the Arctic justru terkenal karena hampir tidak memiliki infrastruktur wisata konvensional.
Tidak ada jalan melintasi taman ini. Tidak ada jalan setapak untuk wisatawan umum. Wisatawan yang datang biasanya benar-benar mencari pengalaman backcountry, termasuk hiking, camping, rafting, hingga ekspedisi alam liar.
6. Nyerere National Park, Tanzania
Sumber gambar: Nyererenationalpark.org
Luas: sekitar 30.893 km²
Kalau tujuanmu adalah safari Afrika tetapi ingin merasakan kawasan lebih luas dan relatif tidak sepadat destinasi safari terkenal lainnya, Nyerere National Park layak masuk daftar.
Taman nasional terbesar satu ini memiliki luas sekitar 30.893 km², membuatnya jadi taman nasional terbesar di Tanzania. Kawasan tersebut ditetapkan sebagai taman nasional pada 2019 dari bagian utara bekas Selous Game Reserve.
Daya tarik paling khas dari destinasi taman nasional terbesar di dunia satu ini adalah Sungai Rufiji. Berbeda dari safari klasik yang hampir seluruhnya dilakukan menggunakan kendaraan, di sini kamu juga bisa mengikuti boat safari untuk melihat kuda nil, buaya, burung, gajah, serta berbagai satwa lain dari sungai. Selain itu, taman nasional populer ini juga dikenal sebagai salah satu habitat penting bagi African wild dog.
Berbeda dengan Namibia, wisatawan dengan paspor Indonesia yang ingin berkunjung ke Tanzania tetap memerlukan visa. Visa Tanzania dapat diajukan secara elektronik melalui e-Visa sebelum keberangkatan. Selain itu, wisatawan juga dapat mengajukan visa on arrival (VoA) setelah tiba di Tanzania, dengan proses pengajuan dan pembayaran dilakukan di bandara.
7. Kafue National Park, Zambia
Sumber gambar: national-parks.org
Luas: sekitar 22.400 km²
Berada di Zambia, Kafue National Park memiliki luas sekitar 22.400 km² dan merupakan taman nasional terbesar di negara tersebut. Kawasan ini juga menjadi salah satu bagian penting dari ekosistem konservasi Kavango-Zambezi Transfrontier Conservation Area.
Kafue menarik bagi pencinta safari yang ingin merasakan Afrika dengan suasana lebih liar serta tidak terlalu ramai.
Taman nasional terpopuler ini memiliki ekosistem sangat beragam, mulai dari dataran terbuka hingga kawasan rawa dan hutan. Lebih dari 500 spesies burung telah tercatat di sini, sementara satwa yang bisa ditemukan mencakup gajah, singa, cheetah, African wild dog, juga berbagai jenis antelop.
Salah satu destinasi menariknya adalah Busanga Plains. Pada musim tertentu, dataran luas ini berubah menjadi salah satu lokasi terbaik untuk menikmati wildlife viewing di Zambia.
Saat ini, untuk kebutuhan kunjungan wisata kamu bisa mengajukan eVisa ke Zambia melalui situs resmi imigrasi Zambia.
Baca juga: 9 Destinasi Bulan Madu Romantis di Luar Negeri Terbaik!
8. Kruger National Park, Afrika Selatan
Sumber gambar: South African National Park
Luas: sekitar 19.485 km²
Kalau membicarakan taman nasional terbesar di dunia yang juga benar-benar populer sebagai destinasi wisata, Kruger National Park adalah salah satu destinasi paling banyak direkomendasikan. Taman nasional di Afrika Selatan ini memiliki luas sekitar 19.485 km² dan membentang di wilayah Limpopo serta Mpumalanga.
Kruger menjadi salah satu destinasi safari paling terkenal di dunia karena kombinasi ukuran, keanekaragaman satwa, serta akses wisata relatif mudah dibanding taman nasional yang sangat terpencil.
Kamu dapat mengikuti safari dengan kendaraan, tetapi salah satu keunggulan Kruger adalah kesempatan untuk melakukan self-drive. Artinya, kamu tidak selalu harus mengikuti tur safari eksklusif untuk menikmati wildlife viewing.
Di sini kamu berpeluang menemukan Big Five: singa, macan tutul, gajah, badak, dan kerbau Afrika. SANParks juga menyebut Kruger sebagai salah satu taman safari yang paling populer untuk kunjungan publik. Karena infrastrukturnya relatif lengkap sekaligus ramah traveler, Kruger cocok untuk wisatawan yang baru pertama kali ingin mencoba safari Afrika.
9. Vatnajökull National Park, Islandia
Sumber gambar: national-parks.org
Luas: sekitar 14.967 km²
Vatnajökull National Park memiliki luas sekitar 14.967 km² serta merupakan taman nasional terbesar di Islandia. Yang membuat taman nasional paling besar di dunia selanjutnya ini sangat menarik adalah kombinasi lanskap yang terbentuk dari aktivitas vulkanik dan gletser. Di sini kamu bisa menemukan salah satu lapisan es terbesar di Eropa, gunung berapi, lembah, sungai, hingga lanskap es nan dramatis.
Vatnajökull juga menjadi bagian dari situs Warisan Dunia UNESCO sejak 2019. Kawasan ini menjadi contoh luar biasa bagaimana kekuatan api dan es membentuk lanskap dalam skala besar.
Bagi wisatawan, beberapa aktivitas yang bisa dilakukan di sekitar kawasan meliputi hiking, glacier exploration, menikmati air terjun, serta menjelajahi lanskap vulkanik.
Karena merupakan bagian dari wilayah Schengen, kamu bisa mengunjungi taman nasional ini menggunakan visa Schengen yang bisa diajukan dengan mudah lewat platform SPUN.
10. Fiordland National Park, Selandia Baru
Sumber gambar: national-parks.org
Luas: sekitar 12.607 km²
Menutup daftar taman nasional terbesar di dunia, ada Fiordland National Park di Pulau Selatan, Selandia Baru. Dengan luas sekitar 12.607 km², Fiordland merupakan taman nasional terbesar di Selandia Baru. Kawasannya didominasi pegunungan, hutan hujan, dan fjord yang terbentuk oleh aktivitas glasial selama jutaan tahun.
Nama Milford Sound tentu sudah sangat populer di kalangan wisatawan. Namun, Fiordland sebenarnya jauh lebih luas daripada Milford Sound saja. Kamu juga bisa menemukan Doubtful Sound, Dusky Sound, dan berbagai jalur trekking melintasi kawasan pegunungan serta hutan belantara.
Bagi pecinta hiking, Fiordland menawarkan beberapa jalur terkenal seperti Milford Track dan Routeburn Track yang berada di kawasan taman nasional dan sekitarnya.
Keindahan Fiordland juga menjadi bagian dari Te Wāhipounamu - South West New Zealand World Heritage Area, sehingga nilai konservasi kawasan ini sama menariknya dengan nilai wisatanya.
Siap Menjelajahi Taman Nasional Terbesar di Dunia?
Dari gurun merah Namibia hingga fjord Selandia Baru, berbagai destinasi taman nasional terbesar di dunia di tas menunjukkan betapa beragamnya lanskap yang bisa ditemukan di planet ini. Dan menariknya, semakin jauh sebuah taman nasional dari destinasi wisata mainstream, biasanya semakin besar pula tantangan untuk mencapainya.
Untuk bantu lengkapi kebutuhan perjalananmu jelajahi taman-taman nasional terpopuler favoritmu, kamu bisa andalkan SPUN untuk membantu proses aplikasi visa dari Indonesia ke berbagai negara. Mulai dari visa ke Amerika Serikat, Visa ke Kanada, hingga Visa Schengen ataupun Visa ke Afrika Selatan, semua bisa kamu ajukan lebih praktis melalui SPUN.
Dengan dokumen perjalanan beres sejak awal, kamu bisa lebih fokus menyusun itinerary serta menikmati pengalaman menjelajahi destinasi alam luar biasa yang selama ini hanya kamu lihat dari foto.