15 Kesalahan Turis Pemula Saat ke Kuala Lumpur yang Sering Bikin Boros dan Repot

Kuala Lumpur (KL) menjadi salah satu destinasi luar negeri favorit wisatawan Indonesia. Selain dekat, biaya liburannya relatif terjangkau, transportasinya modern, hingga pilihan kulinernya sangat beragam. Namun, banyak turis pemula yang datang ke Kuala Lumpur dengan asumsi bahwa semuanya akan berjalan semudah liburan di kota besar Indonesia atau negara tetangga seperti Singapura.

Padahal, ada beberapa hal yang perlu diketahui sebelum berangkat. Mulai dari cara menggunakan transportasi umum, memilih lokasi menginap, hingga mengurus dokumen perjalanan. Kesalahan-kesalahan kecil ini mungkin terlihat sepele, tetapi bisa membuat liburan menjadi lebih mahal, kurang nyaman, dan tidak efisien.

Berikut kesalahan paling sering dilakukan turis saat berkunjung ke Kuala Lumpur, khususnya bagi para first-timer.

Kesalahan Turis Saat ke Kuala Lumpur

Sumber gambar: Pixabay

Kesalahan Turis Pemula Saat ke Kuala Lumpur

1. Mengira Kartu Kredit Bisa Dipakai untuk Semua Transportasi Umum

.Banyak wisatawan Indonesia yang pernah berlibur ke Singapura mengira mereka bisa langsung menggunakan kartu kredit atau kartu debit contactless untuk naik MRT dan transportasi umum di Kuala Lumpur. Kenyataannya, sebagian besar transportasi publik di KL masih mengandalkan kartu fisik Touch 'n Go. 

Kesalahan Turis Pemula Saat ke Kuala Lumpur - Kartu Transportasi

.Jika kamu berencana menggunakan MRT, LRT, Monorail, atau bus selama liburan, sebaiknya segera membeli kartu Touch 'n Go setibanya di Malaysia. Kartu ini biasanya bisa dibeli di Touch 'n Go Hub, beberapa stasiun transportasi tertentu, atau minimarket seperti Watsons dan MyNews (tergantung ketersediaan stok). 

Perlu diingat, harga kartu dan saldo yang diisi merupakan biaya terpisah. Jika itinerary-mu cukup padat, kamu juga bisa mempertimbangkan one day pass agar lebih hemat untuk perjalanan tanpa batas dalam sehari..

2. Menggunakan Taksi atau Grab dari Bandara

Kesalahan Turis Pemula Saat ke Kuala Lumpur - Transportasi Bandara

Setelah mendarat di Bandara KLIA, banyak turis langsung memesan Grab atau taksi menuju pusat kota. Pilihan ini memang praktis, tetapi biayanya bisa mencapai ratusan ribu rupiah tergantung kondisi lalu lintas. 

Kesalahan Turis Pemula Saat ke Kuala Lumpur - Transportasi Bandara

Alternatif jauh lebih hemat adalah menggunakan bus bandara seperti SkyBus yang menghubungkan bandara dengan terminal bus KL Sentral. Waktu tempuhnya sekitar satu jam serta biayanya jauh lebih murah dibanding transportasi pribadi, yakni sekitar 12-15 ringgit.

SkyBus juga memiliki jadwal yang cukup fleksibel, dengan keberangkatan pertama sekitar pukul 03.00 dari KL Sentral dan 00.00 dari KLIA, sedangkan keberangkatan terakhir sekitar 23.30 dari KL Sentral dan 23.45 dari KLIA. Bus tersedia setiap 15-30 menit, sehingga kamu tidak perlu menunggu terlalu lama meski baru tiba di bandara.

3. Memilih Hotel di Area Terlalu Jauh dari Pusat Wisata

Harga murah hotel seringkali menjadi alasan wisatawan memilih area seperti Damansara, Mont Kiara, atau kawasan perbukitan Bangsar. Sayangnya, lokasi-lokasi tersebut kurang ideal untuk wisatawan karena cukup jauh dari sebagian besar tempat wisata dan tidak selalu terhubung dengan transportasi umum.

Kesalahan Turis Pemula Saat ke Kuala Lumpur - Lokasi Hotel

Untuk liburan lebih nyaman, pertimbangkan menginap di kawasan Chinatown atau Chow Kit. Chinatown cocok jika kamu ingin dekat dengan destinasi seperti Petaling Street, Central Market, Masjid Jamek, dan Dataran Merdeka, sekaligus memiliki akses mudah ke Pasar Seni MRT/LRT Station. 

Sementara itu, Chow Kit menawarkan pilihan hotel yang relatif terjangkau dan berada dekat Chow Kit Monorail Station serta PWTC LRT Station. Dari sini, kamu juga bisa menuju Menara Kembar Petronas dengan perjalanan singkat menggunakan transportasi umum atau berjalan kaki sekitar 20-30 menit. 

4. Menghabiskan Seluruh Waktu Liburan Hanya di Kuala Lumpur

Kesalahan Turis Pemula Saat ke Kuala Lumpur - Itinerary

Salah satu kesalahan terbesar turis pemula adalah menganggap Kuala Lumpur sebagai satu-satunya destinasi yang layak dikunjungi selama berada di Malaysia. Padahal, banyak kota menarik yang dapat dijangkau dengan kereta atau bus dalam waktu singkat. 

Kesalahan Turis Pemula Saat ke Kuala Lumpur - Itinerary

Menambahkan satu day trip ke itinerary bisa membuat perjalanan jauh lebih berkesan. Beberapa pilihan populer yang mudah dijangkau antara lain:

  • Ipoh
    Cocok untuk pecinta kuliner dan suasana kota tua. Ipoh terkenal dengan kopi putih legendaris, kuliner lokal seperti chicken rice dan tauge ayam, serta arsitektur kolonial yang masih terawat. Kamu juga bisa mampir ke mural street art dan kafe-kafe heritage di Old Town.

  • Genting Highlands
    Ideal untuk mencari udara sejuk dan hiburan. Genting menawarkan resort pegunungan, pusat perbelanjaan, kasino, serta taman hiburan seperti Genting SkyWorlds. Cocok untuk perjalanan singkat dari Kuala Lumpur.

  • Malaka
    Pilihan tepat untuk pencinta sejarah dan budaya. Malaka menawarkan kota bersejarah dengan pengaruh Portugis, Belanda, dan Tionghoa, ikon seperti Jonker Street, bangunan kolonial, serta wisata kuliner khas Peranakan.

Dengan opsi-opsi ini, itinerary jadi lebih variatif, mulai dari wisata kuliner, alam, hingga sejarah, tanpa perlu perjalanan jauh atau pindah kota utama.

5. Salah Memilih Spot Foto Menara Petronas

Kesalahan Turis Pemula Saat ke Kuala Lumpur - Spot Foto petronas

Tidak sedikit wisatawan yang langsung menuju area persimpangan depan KLCC untuk berfoto dengan latar belakang Menara Petronas. Sayangnya, area ini sering sangat ramai dan dipenuhi fotografer lepas yang menawarkan jasa foto. 

Untuk mendapatkan hasil foto lebih baik, masuklah melalui area Suria KLCC dan berjalan menuju KLCC Park. Dari area taman, kamu bisa mendapatkan sudut pengambilan gambar ih luas, lebih bersih, serta tidak terlalu padat pengunjung lainnya. 

Kesalahan Turis Pemula Saat ke Kuala Lumpur - Spot Foto petronas

Akses menuju taman ini gratis, jadi kamu tidak perlu membeli tiket masuk. Cara paling mudah adalah naik LRT Kelana Jaya Line dan turun di Stasiun KLCC, yang terhubung langsung dengan Suria KLCC. Agar suasana belum terlalu ramai dan pencahayaan masih bagus untuk berfoto, usahakan datang sebelum pukul 09.00 pagi atau menjelang golden hour sekitar pukul 17.30-18.30. 

Jika ingin sekalian menikmati atraksi malam, kamu bisa menunggu Lake Symphony Fountain Show yang berlangsung setiap hari sekitar pukul 20.00, 21.00, dan 22.00 (dengan tambahan pertunjukan pukul 21.30 pada akhir pekan dan hari libur tertentu). Kombinasi lampu, air mancur, dan latar belakang Menara Kembar Petronas membuat area ini semakin fotogenik setelah matahari terbenam. 

Baca juga: Panduan Transportasi Umum Kuala Lumpur: MRT, Rapid KL, dan Touch ‘n Go Card

6. Datang ke Batu Caves Saat Cuaca Sedang Terik

Kesalahan Turis Pemula Saat ke Kuala Lumpur - Batu Cave

Batu Caves merupakan salah satu destinasi wisata paling populer di Kuala Lumpur. Namun banyak wisatawan datang pada siang hari ketika cuaca sedang panas-panasnya. Akibatnya, pengalaman menaiki ratusan anak tangga menjadi jauh lebih melelahkan. 

Kesalahan Turis Pemula Saat ke Kuala Lumpur - Batu Cave

Waktu terbaik untuk berkunjung adalah sekitar pukul 07.30 pagi saat udara masih sejuk dan jumlah wisatawan belum terlalu banyak. Jika berangkat dari pusat kota Kuala Lumpur, kamu bisa memanfaatkan KTM Komuter Batu Caves Line dari KL Sentral. Kereta pertama umumnya berangkat sekitar pukul 06.30 pagi, sehingga kamu bisa tiba di Batu Caves sekitar pukul 07.30, waktu yang ideal untuk mulai menjelajah sebelum cuaca semakin terik. Karena Batu Caves merupakan tempat ibadah umat Hindu, pastikan juga mengenakan pakaian yang sopan, terutama yang menutupi bahu dan lutut.

7. Mencari Sunset di Area KLCC

Kesalahan Turis Pemula Saat ke Kuala Lumpur - Spot Sunset

Banyak orang menganggap kawasan KLCC sebagai lokasi terbaik untuk menikmati matahari terbenam. Padahal, posisi gedung-gedung pencakar langit di sekitarnya membuat pemandangan sunset tidak terlalu optimal. 

Kesalahan Turis Pemula Saat ke Kuala Lumpur - Spot Sunset

Jika ingin menikmati panorama kota menjelang malam, rooftop garden di Lalaport BBCC merupakan pilihan lebih menarik. Lokasi ini menawarkan pemandangan terbuka ke arah Gedung Merdeka 118 yang menjadi salah satu ikon terbaru Kuala Lumpur.

8. Pergi ke Genting Highlands Menggunakan Taksi

Genting Highlands memang berada tidak terlalu jauh dari Kuala Lumpur, tetapi menggunakan taksi atau transportasi online untuk menuju ke sana sering kali tidak efisien serta merogoh kocek cukup mahal. 

Kesalahan Turis Pemula Saat ke Kuala Lumpur - Cara ke Genting

Alternatif lebih praktis adalah menggunakan bus ekspres Go Genting dari KL Sentral menuju Awana Bus Terminal, dengan harga tiket mulai sekitar RM10-20 per orang, tergantung operator dan waktu pemesanan. Setelah itu, perjalanan bisa dilanjutkan dengan Awana Skyway yang menawarkan pengalaman naik gondola dengan pemandangan pegunungan nan indah. Tiket gondola standar dibanderol sekitar RM11 untuk sekali jalan atau RM19 untuk pulang-pergi, sedangkan tersedia juga pilihan glass floor gondola jika ingin pengalaman yang lebih seru dengan harga mulai RM32.

9. Membawa Terlalu Banyak Uang Tunai

Kesalahan Turis Pemula Saat ke Kuala Lumpur - Pembayaran

Masih banyak wisatawan yang menukar uang dalam jumlah besar sebelum berangkat ke Malaysia. Padahal saat ini sistem pembayaran digital sudah sangat umum digunakan di Kuala Lumpur. Sebagian besar toko, restoran, hingga pusat perbelanjaan menerima pembayaran melalui DuitNow yang telah terhubung dengan QRIS Indonesia. Kamu cukup memindai kode QR dan pembayaran akan diproses langsung dalam rupiah sesuai kurs berlaku saat itu. 

Kesalahan Turis Pemula Saat ke Kuala Lumpur - Pembayaran

Meski begitu, tetap siapkan uang tunai dalam nominal kecil karena masih berguna untuk berbelanja di beberapa warung, pedagang kaki lima, atau jajanan di pinggir jalan yang belum menerima pembayaran digital.

QRIS di Kuala Lumpur - paynet.my

Sumber gambar: paynet.my

10. Membeli Oleh-Oleh di Toko Khusus Turis

Kesalahan Turis Pemula Saat ke Kuala Lumpur - Belanja Oleh-oleh

Kawasan sekitar Pavilion dan Pasar Seni memang dipenuhi toko oleh-oleh yang mudah ditemukan wisatawan. Namun harga barang di area tersebut biasanya lebih tinggi dibanding tempat lain. Jika ingin berbelanja lebih hemat, cobalah mengunjungi supermarket atau department store lokal seperti Haniffa. Pilihan produknya lebih banyak dengan harga yang ditawarkan umumnya lebih kompetitif.

Kesalahan Turis Pemula Saat ke Kuala Lumpur - Belanja Oleh-oleh

Haniffa sendiri memiliki beberapa cabang yang mudah dijangkau wisatawan, di antaranya Jalan Masjid India (cabang paling populer), Chow Kit, dan Brickfields (Little India). Ketiga area ini juga cukup mudah diakses menggunakan transportasi umum, sehingga kamu bisa sekalian memasukkannya ke dalam itinerary saat menjelajahi Kuala Lumpur.

Baca juga: Kalender Libur & Tanggal Merah Terbaru : Panduan Lengkap untuk Rencanakan Liburan Lebih Awal

11. Hanya Berburu Kuliner di Bukit Bintang

Kesalahan Turis Pemula Saat ke Kuala Lumpur - Kuliner

Bukit Bintang memang terkenal sebagai pusat wisata dan kuliner di Kuala Lumpur. Namun karena sangat populer di kalangan wisatawan, beberapa tempat makan di area ini terasa terlalu ramai. Untuk pengalaman kuliner lebih autentik, sempatkan menjelajahi Chinatown dan Jalan Sultan. Kawasan ini dikenal memiliki banyak restoran legendaris yang menjadi favorit warga lokal maupun wisatawan berpengalaman.

Kesalahan Turis Pemula Saat ke Kuala Lumpur - Kuliner

Di kawasan ini kamu bisa menemukan banyak tempat makan legendaris, seperti Lai Foong Lala Noodles yang terkenal dengan bihun kuah lala dan bahkan telah mendapatkan predikat Bib Gourmand Michelin. Jika ingin mencicipi aneka hidangan khas Malaysia dalam satu tempat, Ali, Muthu & Ah Hock juga menjadi favorit berkat menu seperti nasi lemak, roti canai, hingga chicken chop. 

Selain itu, jangan lewatkan Kim Lian Kee yang dikenal sebagai salah satu pelopor Hokkien Mee di Petaling Street, atau mampir ke Shin Kee Beef Noodles dan Soong Kee Beef Noodles yang sudah lama menjadi langganan warga lokal. Kawasan ini juga dipenuhi kedai kopi tua, dim sum, dan jajanan kaki lima yang membuat pengalaman wisata kuliner terasa jauh lebih autentik dibanding hanya berkeliling di Bukit Bintang.

12. Menggunakan Taksi Konvensional Saat Keliling Kota

Kesalahan Turis Pemula Saat ke Kuala Lumpur - Taksi

Saat tidak menggunakan transportasi umum, sebagian wisatawan masih memilih taksi konvensional untuk berpindah lokasi. Padahal, aplikasi Grab jauh lebih populer dan praktis di Kuala Lumpur.

Kesalahan Turis Pemula Saat ke Kuala Lumpur - Taksi

Selain tarifnya transparan, akun Grab Indonesia akan otomatis beralih ke layanan Grab Malaysia saat tiba di sana, sehingga bisa langsung digunakan untuk memesan perjalanan. Pastikan saja akunmu sudah terhubung dengan metode pembayaran yang aktif, seperti kartu kredit, agar proses pemesanan lebih praktis. .

13. Berkunjung Saat Musim Liburan Besar

Kesalahan Turis Pemula Saat ke Kuala Lumpur

Kuala Lumpur menjadi sangat ramai ketika memasuki periode liburan besar seperti Imlek, Hari Raya, Diwali, Natal, serta Tahun Baru. Selain meningkatnya keramaian, harga hotel dan tiket pesawat biasanya ikut melonjak.

Kesalahan Turis Pemula Saat ke Kuala Lumpur

Jika ingin menikmati suasana lebih nyaman, pertimbangkan berkunjung pada periode low season seperti April, Mei, September, atau November.

14. Tidak Menyiapkan Dokumen Pendukung untuk Imigrasi

Kesalahan Turis Pemula Saat ke Kuala Lumpur - Dokumen Perjalanan

Meskipun Malaysia memberikan kemudahan bagi wisatawan Indonesia, bukan berarti kamu hanya perlu membawa paspor saat tiba di imigrasi. Petugas berhak meminta dokumen tambahan seperti tiket pulang-pergi, reservasi hotel, atau bukti rencana perjalanan. Menyiapkan dokumen tersebut sejak awal akan membantu proses pemeriksaan berjalan lebih lancar.

Kesalahan Turis Pemula Saat ke Kuala Lumpur - Dokumen Perjalanan

15. Menunda Pengisian Malaysia Digital Arrival Card (MDAC)

Kesalahan Turis Pemula Saat ke Kuala Lumpur - Dokumen Perjalanan

Sejak penerapan Malaysia Digital Arrival Card (MDAC), seluruh wisatawan asing diwajibkan mengisi data kedatangan sebelum memasuki Malaysia. Kesalahan yang sering terjadi adalah menunggu hingga hari keberangkatan atau bahkan setelah tiba di bandara.

Kesalahan Turis Pemula Saat ke Kuala Lumpur - Dokumen Perjalanan

Sebaiknya isi MDAC secara online maksimal tiga hari sebelum jadwal penerbangan agar seluruh dokumen perjalanan sudah siap saat check-in maupun pemeriksaan imigrasi. Untuk pengisian form bisa kamu lakukan lewat situs resmi: http://malaysia-apply.digitalarrivalform.com/.

SPUN: Partner Terbaik Traveling Ke Luar Negeri

Liburan ke Kuala Lumpur sebenarnya cukup mudah, terutama bagi wisatawan Indonesia. Namun memahami cara kerja transportasi umum, memilih lokasi menginap yang tepat, memanfaatkan sistem pembayaran digital, dan menyiapkan dokumen perjalanan sejak awal dapat membuat pengalaman liburan menjadi jauh lebih nyaman dan efisien.

Jika setelah dari Malaysia kamu berencana melanjutkan perjalanan ke Jepang, Korea Selatan, China, Australia, Amerika Serikat, Inggris, atau negara-negara Schengen di Eropa, pastikan kebutuhan visa sudah dipersiapkan dengan baik. Melalui SPUN, kamu bisa mengajukan visa ke berbagai negara dengan proses lebih praktis, transparan, dan mudah dipantau, sehingga persiapan perjalanan internasional menjadi lebih sederhana dan bebas repot.

Previous
Previous

Panduan Pengisian Visit Japan Web Terbaru untuk Perjalanan ke Jepang

Next
Next

Panduan Cara Download E-Statement Bank untuk Pengurusan Visa, Lengkap untuk BCA, Mandiri, BNI, BRI, dan Lainnya